BLT Kesra di Bandar Lampung, dari Kantorpos hingga Diantar ke Rumah
Rabu, 24 Desember 2025 - 11:26 WIB
loading...
Di Lampung, penyaluran bantuan ini dilaksanakan Pos Indonesia melalui Kantorpos dengan menjangkau ratusan ribu KPM, termasuk di wilayah perkotaan hingga daerah kepulauan. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BANDAR LAMPUNG - Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) menjadi penopang penting bagi keluarga penerima manfaat (KPM). Di Lampung, penyaluran bantuan ini dilaksanakan PT Pos Indonesia (Persero) melalui Kantorpos dengan menjangkau ratusan ribu KPM, termasuk di wilayah perkotaan hingga daerah kepulauan.
Executive General Manager (EGM) Kantorpos Cabang Utama (KCU) Bandar Lampung, Rudi Rinaldi, menjelaskan penyaluran BLTS Kesra di Lampung dimulai sejak 21 November 2025 dan berlangsung hingga akhir November. Masa penyelesaian hingga pertengahan Desember.
Total alokasi BLTS Kesra di Lampung mencapai 407.701 KPM. Sementara untuk wilayah kerja KCU Bandar Lampung sendiri tercatat 157.896 KPM “Hingga 13 Desember, realisasi penyaluran sudah mencapai sekitar 90 persen. Target kami di sisa waktu sampai 17 Desember bisa mencapai 99%,” katanya, Rabu (24/12/2025). Baca juga: BLT Kesra Rp900 Ribu untuk 35 Juta Penerima Tersalurkan 75%, Tuntas Desember
Menurut Rudi, sisa penyaluran umumnya terkendala faktor teknis, seperti penerima yang sedang berada di luar kota atau telah berpindah alamat. Namun secara substansi, bantuan telah terdistribusi hampir sepenuhnya.
Penyaluran BLTS Kesra di Lampung tidak hanya terpusat di wilayah kota. Rudi menyebutkan, Pos Indonesia juga menjangkau wilayah kepulauan dan daerah 3T (Terdepan, terpencil, tertinggal), seperti Pulau Sebesi, Pulau Pahawang, Pulau Legundi, hingga Pematang Sawah Laut.
“Walaupun jumlah KPM di wilayah 3T tidak sebanyak di kota atau kabupaten, kami memiliki tanggung jawab dan amanah untuk tetap menyalurkan bantuan ini. Bahkan untuk beberapa lokasi, petugas harus menempuh perjalanan laut hingga empat jam,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tambah Rudi, PosIND menerapkan tiga pola penyaluran BLTS Kesra, yakni pengambilan langsung di Kantorpos, pembayaran secara komunitas, serta layanan door to door. Pola terakhir diprioritaskan bagi KPM lanjut usia, penyandang disabilitas, serta mereka yang tidak memungkinkan datang ke kantor pos.
Salah satu penerima manfaat layanan door to door adalah Rustini, warga Bandar Lampung. Ia mengaku baru mengetahui dirinya terdaftar sebagai penerima BLTS Kesra setelah mendapat informasi dari RT setempat. Alih-alih harus datang ke kantor pos, bantuan justru diantarkan langsung ke rumahnya.
“Alhamdulillah, senang sekali. Saya bisa didatangin tidak perlu repot ke kantor pos. Bantuan ini saya pakai untuk beli sekalian stok sembako dan membantu beli keperluan sekolah anak,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kehadiran petugas pos ke rumah memberi rasa aman sekaligus perhatian, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan mobilitas. Rustini berharap program bantuan seperti ini dapat terus berlanjut dan tepat sasaran.
Pengalaman serupa dirasakan Nikmat Taal, yang menerima BLTS Kesra melalui layanan antar karena kondisi kesehatan. Ia bercerita bahwa sebelumnya sempat berdagang, namun usahanya berhenti setelah sakit stroke dan biaya pengobatan menghabiskan modal usahanya. “Bantuan ini sangat membantu. Dipakai untuk berobat dan kebutuhan makan sehari-hari,” katanya.
Sementara di Kantorpos Bandar Lampung, antrean KPM tampak tertib. Wahyuni, salah satu penerima BLTS Kesra yang datang langsung ke kantor pos, mengaku baru pertama kali menerima bantuan sosial.
“Saya sangat senang. Dari dulu belum pernah dapat bantuan. Uangnya nanti untuk keperluan sekolah anak dan beli sembako,” kata Wahyuni
Hal senada disampaikan Safari, warga Kecamatan Enggal, yang mewakili istrinya mengambil bantuan di kantor pos. Ia menilai BLTS Kesra membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga. “Lumayan untuk kebutuhan sehari-hari. Harapan saya, bantuan ini benar-benar diberikan kepada yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Sementara Femmy Fachromy, penerima lain di wilayah Enggal, mengaku mendapat informasi pengambilan bantuan dari RT. Ia berencana memanfaatkan dana BLTS Kesra untuk menopang usaha kecil warungnya yang sempat terhenti. Baca juga: Mendagri Dorong Fungsi MBG di 3T untuk Tekan Stunting dan Kesejahteraan Masyakarat
Di balik proses penyaluran tersebut, peran juru bayar menjadi krusial. Sujatmiko, juru bayar Kantorpos KCU Bandar Lampung, menjelaskan bahwa data penerima bersumber dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui Kementerian Sosial dan diverifikasi kembali oleh petugas pos sebelum pembayaran dilakukan. “Tantangan di lapangan biasanya alamat kurang lengkap, penerima tidak berada di tempat, atau kendala cuaca,” ujarnya
Untuk KPM yang tidak bisa menandatangani karena disabilitas atau kondisi kesehatan, petugas melakukan pendampingan bersama aparat setempat dan pendamping PKH. Menurut Sujatmiko, pendekatan ini penting agar bantuan tetap tersalurkan secara adil dan manusiawi.
Executive General Manager (EGM) Kantorpos Cabang Utama (KCU) Bandar Lampung, Rudi Rinaldi, menjelaskan penyaluran BLTS Kesra di Lampung dimulai sejak 21 November 2025 dan berlangsung hingga akhir November. Masa penyelesaian hingga pertengahan Desember.
Total alokasi BLTS Kesra di Lampung mencapai 407.701 KPM. Sementara untuk wilayah kerja KCU Bandar Lampung sendiri tercatat 157.896 KPM “Hingga 13 Desember, realisasi penyaluran sudah mencapai sekitar 90 persen. Target kami di sisa waktu sampai 17 Desember bisa mencapai 99%,” katanya, Rabu (24/12/2025). Baca juga: BLT Kesra Rp900 Ribu untuk 35 Juta Penerima Tersalurkan 75%, Tuntas Desember
Menurut Rudi, sisa penyaluran umumnya terkendala faktor teknis, seperti penerima yang sedang berada di luar kota atau telah berpindah alamat. Namun secara substansi, bantuan telah terdistribusi hampir sepenuhnya.
Penyaluran BLTS Kesra di Lampung tidak hanya terpusat di wilayah kota. Rudi menyebutkan, Pos Indonesia juga menjangkau wilayah kepulauan dan daerah 3T (Terdepan, terpencil, tertinggal), seperti Pulau Sebesi, Pulau Pahawang, Pulau Legundi, hingga Pematang Sawah Laut.
“Walaupun jumlah KPM di wilayah 3T tidak sebanyak di kota atau kabupaten, kami memiliki tanggung jawab dan amanah untuk tetap menyalurkan bantuan ini. Bahkan untuk beberapa lokasi, petugas harus menempuh perjalanan laut hingga empat jam,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tambah Rudi, PosIND menerapkan tiga pola penyaluran BLTS Kesra, yakni pengambilan langsung di Kantorpos, pembayaran secara komunitas, serta layanan door to door. Pola terakhir diprioritaskan bagi KPM lanjut usia, penyandang disabilitas, serta mereka yang tidak memungkinkan datang ke kantor pos.
Salah satu penerima manfaat layanan door to door adalah Rustini, warga Bandar Lampung. Ia mengaku baru mengetahui dirinya terdaftar sebagai penerima BLTS Kesra setelah mendapat informasi dari RT setempat. Alih-alih harus datang ke kantor pos, bantuan justru diantarkan langsung ke rumahnya.
“Alhamdulillah, senang sekali. Saya bisa didatangin tidak perlu repot ke kantor pos. Bantuan ini saya pakai untuk beli sekalian stok sembako dan membantu beli keperluan sekolah anak,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kehadiran petugas pos ke rumah memberi rasa aman sekaligus perhatian, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan mobilitas. Rustini berharap program bantuan seperti ini dapat terus berlanjut dan tepat sasaran.
Pengalaman serupa dirasakan Nikmat Taal, yang menerima BLTS Kesra melalui layanan antar karena kondisi kesehatan. Ia bercerita bahwa sebelumnya sempat berdagang, namun usahanya berhenti setelah sakit stroke dan biaya pengobatan menghabiskan modal usahanya. “Bantuan ini sangat membantu. Dipakai untuk berobat dan kebutuhan makan sehari-hari,” katanya.
Sementara di Kantorpos Bandar Lampung, antrean KPM tampak tertib. Wahyuni, salah satu penerima BLTS Kesra yang datang langsung ke kantor pos, mengaku baru pertama kali menerima bantuan sosial.
“Saya sangat senang. Dari dulu belum pernah dapat bantuan. Uangnya nanti untuk keperluan sekolah anak dan beli sembako,” kata Wahyuni
Hal senada disampaikan Safari, warga Kecamatan Enggal, yang mewakili istrinya mengambil bantuan di kantor pos. Ia menilai BLTS Kesra membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga. “Lumayan untuk kebutuhan sehari-hari. Harapan saya, bantuan ini benar-benar diberikan kepada yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Sementara Femmy Fachromy, penerima lain di wilayah Enggal, mengaku mendapat informasi pengambilan bantuan dari RT. Ia berencana memanfaatkan dana BLTS Kesra untuk menopang usaha kecil warungnya yang sempat terhenti. Baca juga: Mendagri Dorong Fungsi MBG di 3T untuk Tekan Stunting dan Kesejahteraan Masyakarat
Di balik proses penyaluran tersebut, peran juru bayar menjadi krusial. Sujatmiko, juru bayar Kantorpos KCU Bandar Lampung, menjelaskan bahwa data penerima bersumber dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui Kementerian Sosial dan diverifikasi kembali oleh petugas pos sebelum pembayaran dilakukan. “Tantangan di lapangan biasanya alamat kurang lengkap, penerima tidak berada di tempat, atau kendala cuaca,” ujarnya
Untuk KPM yang tidak bisa menandatangani karena disabilitas atau kondisi kesehatan, petugas melakukan pendampingan bersama aparat setempat dan pendamping PKH. Menurut Sujatmiko, pendekatan ini penting agar bantuan tetap tersalurkan secara adil dan manusiawi.
(poe)
Lihat Juga :