Di Antara Adat, Lagu, dan Secangkir Kopi: Cerita di Balik Dibukanya Zodiac Bajo Labuan Bajo

Senin, 22 Desember 2025 - 10:39 WIB
Prosesi pembukaan tidak dilewatkan begitu saja—adat Manggarai, tarian daerah Nusa Tenggara Timur, hingga peragaan busana khas NTT menjadi bagian tak terpisahkan dari acara, menegaskan bahwa budaya bukan sekadar ornamen, melainkan fondasi.

Di balik meja dan dapur Zodiac Bajo, ada cerita lain yang tak kalah penting. Dari 16 orang karyawan, sebanyak 14 orang atau sekitar 87,5 persen merupakan tenaga kerja lokal. Mereka adalah wajah-wajah yang sehari- hari menyambut tamu, menyeduh kopi, menyiapkan hidangan, dan menjaga suasana tetap hangat. Konsultan Hukum Kado Bajo Group, Gabriel Mahal, menyebut bahwa keberpihakan terhadap masyarakat lokal bukan sekadar slogan.

“Kado Bajo Group sejak awal berkomitmen membangun usaha yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hingga hari ini, kami telah melibatkan 374 UMKM dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur dalam ekosistem usaha kami,” ujar Yulianus Weng.

Dengan kapasitas hingga 130 pengunjung, dilengkapi meeting room, VIP room, serta area indoor smoking, Zodiac Bajo dirancang untuk menjawab kebutuhan beragam—dari wisatawan yang menunggu penerbangan, pelaku bisnis yang mencari ruang diskusi, hingga masyarakat lokal yang ingin menikmati suasana santai.

Momen yang paling membekas terjadi ketika Wakil Bupati Manggarai Barat tak hanya menyampaikan sambutan, tetapi juga turut menyumbangkan sebuah lagu berjudul “Rumah Kita.” Lagu tersebut seakan merangkum semangat acara sore itu—tentang Labuan Bajo sebagai rumah bersama, tempat adat, pariwisata, dan harapan bertemu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!