Cuaca Ekstrem Masih Menghantui Sumatera, BMKG Minta Warga Waspadai Risiko Listrik

Minggu, 21 Desember 2025 - 09:36 WIB
Menurut Nasrol, dari sisi keselamatan, kondisi lingkungan pascabencana yang masih basah perlu diwaspadai karena air dan lumpur memiliki sifat konduktif, terutama ketika bercampur dengan material tanah, mineral, dan sisa material bangunan. Dalam kondisi tersebut, lingkungan menjadi lebih mudah mengantarkan arus listrik dibandingkan kondisi kering, sehingga potensi bahaya bagi warga dapat meningkat apabila terjadi genangan kembali.

Kondisi ini dapat terjadi di berbagai lokasi, mulai dari permukiman, fasilitas umum, hingga area pengungsian, terutama ketika cuaca kembali memburuk dan hujan lebat menyebabkan genangan air atau lumpur meluas. Nasrol menambahkan, potensi hujan susulan masih perlu diantisipasi karena dapat kembali memperluas genangan, terutama di wilayah dataran rendah dan daerah aliran sungai di Sumatera bagian barat dan utara.

Kondisi tersebut membuat situasi lapangan dapat berubah dengan cepat dan memerlukan kesiapsiagaan berkelanjutan. Nasrol memberikan peringatan tegas terkait risiko keselamatan warga apabila kondisi cuaca kembali memburuk.

“Dalam kondisi lingkungan yang masih basah, terutama ketika terdapat genangan air dan lumpur, risiko keselamatan bisa meningkat. Secara fisik, air dan material lumpur dapat menjadi media penghantar, sehingga apabila terjadi hujan lebat atau banjir susulan di wilayah yang sudah kembali dialiri listrik, situasinya menjadi berbahaya bagi masyarakat, termasuk di permukiman, fasilitas umum, maupun lokasi pengungsian,” tegasnya.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak bencana di Sumatera untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan kondisi lapangan dapat berubah sewaktu-waktu.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!