Patut Dicontoh, Warga Ini Swadaya Buat Sumur Bor Senilai Rp600 Juta
Rabu, 16 September 2020 - 02:30 WIB
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna saat meresmikan sumur bor swadaya dan masjid di kompleks Batu Indah Regency, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Selasa (15/9/2020). Foto: SINDOnews/Adi Haryanto
BANDUNG BARAT - Warga Kompleks Perumahan Batu Indah Regency, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) secara swadaya membuat sumur bor senilai Rp600 juta.
Gagasan tersebut muncul dikarenakan selama ini pasokan air dari PT Perdana Multiguna Sarana (PMgS) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemda KBB tidak berjalan lancar.
"Selama ini setiap musim kemarau warga di sini selalu krisis air, pasokan dari PT PMgS juga tidak lancar. Makanya muncul ide buat sumur swadaya warga dan terkumpul uang Rp600 juta," terang tokoh masyarakat Batu Indah Regency, Muhammad Zaini Dahlan, Selasa (15/9/2020).(Baca juga : Benteng Belanda Cikahuripan Saksi Bisu Masa Perjuangan di Bandung Utara )
Menurutnya, selama ini warga kompleks perumahan berlangganan air bersih ke PT PMgS. Hanya ketika musim kemarau pasokannya tidak lancar. Pernah suatu waktu air hanya seminggu sekali mengalir dan itupun hanya sejam dan malam hari. Setelah berembug, akhirnya sekitar 207 kepala keluarga (KK) sepakat iuran Rp3 juta untuk membangun sumur bor dan terkumpul Rp600 juta.
Gagasan tersebut muncul dikarenakan selama ini pasokan air dari PT Perdana Multiguna Sarana (PMgS) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemda KBB tidak berjalan lancar.
"Selama ini setiap musim kemarau warga di sini selalu krisis air, pasokan dari PT PMgS juga tidak lancar. Makanya muncul ide buat sumur swadaya warga dan terkumpul uang Rp600 juta," terang tokoh masyarakat Batu Indah Regency, Muhammad Zaini Dahlan, Selasa (15/9/2020).(Baca juga : Benteng Belanda Cikahuripan Saksi Bisu Masa Perjuangan di Bandung Utara )
Menurutnya, selama ini warga kompleks perumahan berlangganan air bersih ke PT PMgS. Hanya ketika musim kemarau pasokannya tidak lancar. Pernah suatu waktu air hanya seminggu sekali mengalir dan itupun hanya sejam dan malam hari. Setelah berembug, akhirnya sekitar 207 kepala keluarga (KK) sepakat iuran Rp3 juta untuk membangun sumur bor dan terkumpul Rp600 juta.
Lihat Juga :