Jalan Penghubung Sulsel-Sulbar di Tator Menyempit Gegara Longsor
Senin, 04 Mei 2020 - 15:25 WIB
Selain mengganggu arus kendaraan, lanjut Welem, semakin sempitnya badan jalan juga berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas. Dikhawatirkan, material longsor yang menumpuk di sisi kiri jalan bisa kembali menimbun badan jalan jika hujan deras turun.
Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Welem langsung menghubungi Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) agar segera membersihkan material longsor yang masih menumpuk di pinggir jalan.
Baca Juga: Jalan Longsor, Jalur Transportasi Antarkecamatan di Tana Toraja Lumpuh
"Pihak Satker P2JN berjanji segera menangani material longsor yang masih menumpuk di pinggir jalan poros Bittuang-Masanda di desa Paku," kata Welem.
Legislator Partai Golkar itu juga menghimbau kepada para pengendara yang melintas di poros jalan yang masih terdapat tumpukan material di pinggir jalan agar berhati-hati. Selain badan jalan licin, tumpukan material longsor itu dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.
Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Welem langsung menghubungi Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) agar segera membersihkan material longsor yang masih menumpuk di pinggir jalan.
Baca Juga: Jalan Longsor, Jalur Transportasi Antarkecamatan di Tana Toraja Lumpuh
"Pihak Satker P2JN berjanji segera menangani material longsor yang masih menumpuk di pinggir jalan poros Bittuang-Masanda di desa Paku," kata Welem.
Legislator Partai Golkar itu juga menghimbau kepada para pengendara yang melintas di poros jalan yang masih terdapat tumpukan material di pinggir jalan agar berhati-hati. Selain badan jalan licin, tumpukan material longsor itu dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.
(tri)
Lihat Juga :