Toleransi Jadi Kunci Utama Mewujudkan Jakarta Kota Global
Rabu, 10 Desember 2025 - 16:17 WIB
"Saya Alhamdulillah bersyukur walaupun saya beragama Islam, saya SD-nya itu SD Katolik, SMP-nya juga sekolah Katolik. Jadi bukan hal yang baru bagi saya untuk bisa melihat perayaan-perayaan seperti ini dan mengikuti perayaan-perayaan seperti ini. Tentunya selalu membahagiakan," ujarnya.
Dia menekankan bahwa cultural experience atau pengalaman berbudaya melalui perayaan keagamaan harus terus dilakukan. "Ini terus harus dilakukan demi mengingatkan kita bahwa kita ini hidup tidak sendirian di Jakarta Utara. Khususnya ada umat Kristiani, ada umat Islam, ada umat Hindu, Buddha, dan kepercayaan yang lain yang tentunya terus harus saling memahami, saling mengerti, saling membantu, bergotong royong," imbuhnya.
Dia juga menyoroti pentingnya iman dan keyakinan dalam kehidupan generasi muda. "Apa yang kita capai di sekolah, kepandaian, kecerdasan, dan lain-lain tidak ada artinya kalau kita tidak punya iman, kalau kita tidak punya keyakinan pada Tuhan yang Maha Kuasa, Tuhan yang memberi kehidupan, Tuhan yang melancarkan segala urusan kita," jelasnya.
Dia menyampaikan salam hangat dari Gubernur Pramono Anung, berharap perayaan Natal dapat dimaknai dengan hal-hal positif. "Bapak Pramono Anung yang tentunya selalu saya laporkan kegiatan saya sehari-harinya, menyampaikan salam yang terhangat dari beliau untuk adik-adik sekalian dan juga Bapak Ibu yang hadir. Semoga perayaan Natal ini bisa kita maknai dengan hal-hal yang positif terkait dengan menjaga persatuan, kesatuan dan kebersamaan khususnya di kota Jakarta Utara yang tercinta ini," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Laskar Garuda Pancasila (LGP) DKI Jakarta mencetak sejarah dengan menyelenggarakan perayaan Natal pelajar untuk pertama kalinya di Jakarta Utara. Acara ini berhasil mengumpulkan perwakilan dari 25 sekolah, mengangkat tema "Kebersamaan Melebihi Segalanya" sebagai semangat persatuan di tengah keberagaman.
Ketua Laskar Garuda Pancasila DKI Jakarta Andreas Bolang menjelaskan, acara ini diselenggarakan dengan penuh iman dan hanya membutuhkan satu kali rapat koordinasi. "Acara ini betul-betul dengan iman saya laksanakan. Rapat hanya sekali dengan Pak Seko dan Pak Kabak. Sesuai dengan temanya, kebersamaan melebihi dari segalanya," ujar Andreas.
Lihat Juga :