Operasi Modifikasi Cuaca Digelar Hadapi Cuaca Ekstrem di Jakarta
Jum'at, 07 November 2025 - 05:38 WIB
“OMC dilaksanakan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Melalui kerja sama dengan BMKG dan TNI AU, kami berupaya mengatur distribusi curah hujan agar tidak terkonsentrasi di wilayah daratan Jakarta,” ujar Yohan dikutip, Jumat (7/11/2025).
Adapun pelaksanaan OMC menggunakan pesawat Casa A-2114 milik TNI AU, yang dipimpin oleh Lettu Pnb Bintang, Kpt Pnb Fajar, dan Letda Pnb Krisna sebagai kru udara. Mereka melaksanakan tiga sortie penerbangan, yakni sortie 1 pukul 09.24–11.38 WIB, sortie 2 pukul 12.39–14.31 WIB, sortie 3 pukul 15.13–17.12 WIB.
Baca juga: Banjir Semarang Belum Surut, BNPB Tambah Pesawat untuk Modifikasi Cuaca
Area semai mencakup perairan selatan Kabupaten Lebak, dengan radius 180°–300° dan jarak 50–80 NM dari Bandara Halim Perdanakusuma, pada ketinggian 8.000–10.000 kaki.
"Total bahan semai higroskopis (NaCl) yang digunakan mencapai 2.400 kilogram," kata Yohan.
Adapun pelaksanaan OMC menggunakan pesawat Casa A-2114 milik TNI AU, yang dipimpin oleh Lettu Pnb Bintang, Kpt Pnb Fajar, dan Letda Pnb Krisna sebagai kru udara. Mereka melaksanakan tiga sortie penerbangan, yakni sortie 1 pukul 09.24–11.38 WIB, sortie 2 pukul 12.39–14.31 WIB, sortie 3 pukul 15.13–17.12 WIB.
Baca juga: Banjir Semarang Belum Surut, BNPB Tambah Pesawat untuk Modifikasi Cuaca
Area semai mencakup perairan selatan Kabupaten Lebak, dengan radius 180°–300° dan jarak 50–80 NM dari Bandara Halim Perdanakusuma, pada ketinggian 8.000–10.000 kaki.
"Total bahan semai higroskopis (NaCl) yang digunakan mencapai 2.400 kilogram," kata Yohan.
Lihat Juga :