Miris! Kakek Sebatang Kara di Sidimpuan 8 Tahun Tinggal di Gerobak

Minggu, 13 September 2020 - 20:38 WIB
Diceritakannya, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mulai dari makan, dirinya bekerja memulung barang bekas sebelum akhirnya dijual ke tempat pengepul. Namun, selama pandemi COVID-19 melanda, dirinya mengaku kesulitan ekonomi.

"Kakek bertahan hidup dari hasil memulung, tapi selama pandemi pandemi ini saya baru menjual barang bekas yang di kumpul 6 bulan lalu dan hanya menerima Rp200 ribu karena sangat susah mendapatkan barang bekas saat ini,” ucap pria kelahiran Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara ini," tuturnya.

Lebih lanjut, Hasan bercerita, dirinya datang ke Kota Padangsidimpuan setelah Indonesia merdeka. Saat itu, dia menumpang kenderaan penjajah Belanda menuju Kota Padangsidimpuan.

Tidak hanya itu, dirinya juga mengaku sempat ikut berjuang di massa penjajahan. "Saya ke Sidimpuan ini numpang kenderaan Belanda. Dan saya masih ikut berjuang melawan penjajah. Namun beginilah hasilnya," ungkapnya sembari menyebutkan masih banyak orang tidak percaya dengan ucapannya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!