Tiga Saran Gayatri Wujudkan Sumpah Palapa Gajah Mada
Selasa, 14 Oktober 2025 - 06:04 WIB
Earl Drake pada bukunya "Gayatri Rajapatni : Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit" karya Earl Drake, di tahap pertama adalah menggiring tetangga-tetangga terdekat agar mau masuk ke dalam kendali langsung Majapahit, untuk menjaga kedaulatannya. Wilayah yang disebut Negara Agung ini, akan meliputi seluruh negeri di Jawa, Madura, dan Bali.
Gayatri berujar, mudah - mudahan mereka mau bergabung dengan konfederasi atas kehendak sendiri, meski kekerasan akan digunakan seandainya diperlukan. Hal ini dikatakan Gayatri, agar mengakomodir ide gagasan Gajah Mada yang dilantik menjadi Mahapatih Majapahit.
Tahap kedua dari permintaan Gayatri melibatkan wilayah Mancanegara. Kelompok wilayah ini meliputi negeri-negeri tetangga di kuat Negara Agung, tempat pengaruh budaya dan sistem pemerintahan Majapahit tidak terlalu besar, yaitu Sunda, kerajaan - kerajaan kecil di Jawa Tengah, Lombok, Sumatera Utara, dan Selatan.
Baca juga: Sumpah Palapa Gajah Mada, 21 Tahun Penaklukan Nusantara
Majapahit akan memberikan tawaran yang memikat agar negeri-negeri dalam kelompok ini mau bergabung. Hal ini membuat agresi militer dikatakan Gayatri tak perlu dibutuhkan, terpenting bagaimana diplomasi dan negosiasi yang cerdas.
Gayatri berujar, mudah - mudahan mereka mau bergabung dengan konfederasi atas kehendak sendiri, meski kekerasan akan digunakan seandainya diperlukan. Hal ini dikatakan Gayatri, agar mengakomodir ide gagasan Gajah Mada yang dilantik menjadi Mahapatih Majapahit.
Tahap kedua dari permintaan Gayatri melibatkan wilayah Mancanegara. Kelompok wilayah ini meliputi negeri-negeri tetangga di kuat Negara Agung, tempat pengaruh budaya dan sistem pemerintahan Majapahit tidak terlalu besar, yaitu Sunda, kerajaan - kerajaan kecil di Jawa Tengah, Lombok, Sumatera Utara, dan Selatan.
Baca juga: Sumpah Palapa Gajah Mada, 21 Tahun Penaklukan Nusantara
Majapahit akan memberikan tawaran yang memikat agar negeri-negeri dalam kelompok ini mau bergabung. Hal ini membuat agresi militer dikatakan Gayatri tak perlu dibutuhkan, terpenting bagaimana diplomasi dan negosiasi yang cerdas.
Lihat Juga :