Budidaya Ikan Guppy di Soloraya Meningkat Saat Pandemi COVID-19

Minggu, 13 September 2020 - 16:37 WIB
Namun berjalannya waktu, jenisnya makin berkembang dan menarik. Ikan Guppy berasal dari luar negeri, di antaranya Venezuela. Ikan kemudian muncul jenis jenis baru karena persilangan genetis. Saat ini terdapat lebih dari 100 jenis ikan Guppy yang tersebar di dunia.

Untuk wilayah Soloraya sendiri sudah terdapat 100 jenis ikan Guppy karena tiap tahun biasanya muncul jenis baru. “Entah itu dari hasil persilangan luar negeri atau di Indonesia sendiri,” paparnya.(Baca juga : Begini Pesan Kebangsaan dari Habib Luthfi di Solo )

Ikan Guppy berkembang biak di air tawar dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Harga ikan Guppy antara lain dilihat dari ekornya. Ikan akan semakin mahal jika ekornya semakin lebar, warna cerah, keaktifan, dan sirip. Jika ikan sudah memiliki standar untuk kontes dan berprestasi, harganya semakin naik.

Ikan Guppy sangat mudah diternak, sehingga mengandalkan nilai ekonomisnya. Bahkan saat pademi COVID-19 tidak terlalu terdampak dan justru semakin banyak peminat. Ikan Guppy menjadi hiburan untuk mengusir rasa bosan terlalu lama tinggal di dalam rumah. Sehingga banyak diantaranya yang kemudian ingin memelihara. Ikan Guppy harganya variatif tergantung kualitas dan kelangkaannya. Untuk satu pasang harganya mulai dari Rp50 ribu hingga Rp2,5 juta.

Untuk membedakan jantan atau betina sangat mudah. Ikan Guppy jantan sekilas sudah kelihatan karena badannya full warna, ekor lebih lebar dan body lebih ramping. Sedangkan ikan Guppy betina badannya polos, ekor tidak terlalu lebar, dan bodi lebih besar karena untuk menampung calon anak anaknya. Dalam sebulan, Gibran Yoga mengaku memiliki omzet penjualan hingga Rp5 juta per bulan. Ikan Guppy yang populer diantaranya black moskow, albino full red, dan albino full platinum .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!