Puluhan Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Masih Terjepit, Tim Evakuasi Berburu Waktu
Kamis, 02 Oktober 2025 - 13:18 WIB
Pada hari ketiga, petugas juga mengevakuasi 5 santri dalam kondisi masih hidup. "Satu orang dalam keadaan kritis dan memerlukan penanganan medis khusus. Seluruh penyintas itu segera dibawa ke RSUD Sidoarjo," katanya.
Aam, sapaan akrab Abdul Muhari menuturkan tim akan memaksimalkan pencarian dengan langkah-langkah yang diperhitungkan secara matang. Sebab, lokasi korban yang terdeteksi berada di posisi yang cukup sulit dan menantang sehingga selain keahlian tentunya juga dibutuhkan strategi khusus agar korban maupun tim yang bertugas semuanya dapat selamat.
"Dalam kondisi ini, penggunaan alat berat berpotensi menambah risiko semakin tinggi. Sebab, struktur bangunan yang runtuh sangat labil terhadap guncangan. Apabila dipaksakan dikhawatirkan justru mengancam nyawa," ungkapnya.
Jika tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan, BNPB bersama Basarnas dan Pemprov Jawa Timur akan mengajak keluarga korban santri untuk kembali bermusyawarah dan memohon kesediaan dari segala keadaan yang ada. Babak baru dalam operasi SAR menggunakan alat berat dapat segera dilaksanakan guna mengangkat seluruh korban dengan berbagai kondisi.
Berdasarkan data sementara yang dimutakhirkan per Rabu (1/10/2025) pukul 23.00 WIB, sebanyak 59 santri masih terjebak di reruntuhan bangunan. Angka tersebut diperoleh dari daftar absensi yang dirilis oleh pondok pesantren, termasuk dari laporan kehilangan pihak keluarga korban.
Aam, sapaan akrab Abdul Muhari menuturkan tim akan memaksimalkan pencarian dengan langkah-langkah yang diperhitungkan secara matang. Sebab, lokasi korban yang terdeteksi berada di posisi yang cukup sulit dan menantang sehingga selain keahlian tentunya juga dibutuhkan strategi khusus agar korban maupun tim yang bertugas semuanya dapat selamat.
"Dalam kondisi ini, penggunaan alat berat berpotensi menambah risiko semakin tinggi. Sebab, struktur bangunan yang runtuh sangat labil terhadap guncangan. Apabila dipaksakan dikhawatirkan justru mengancam nyawa," ungkapnya.
Jika tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan, BNPB bersama Basarnas dan Pemprov Jawa Timur akan mengajak keluarga korban santri untuk kembali bermusyawarah dan memohon kesediaan dari segala keadaan yang ada. Babak baru dalam operasi SAR menggunakan alat berat dapat segera dilaksanakan guna mengangkat seluruh korban dengan berbagai kondisi.
Berdasarkan data sementara yang dimutakhirkan per Rabu (1/10/2025) pukul 23.00 WIB, sebanyak 59 santri masih terjebak di reruntuhan bangunan. Angka tersebut diperoleh dari daftar absensi yang dirilis oleh pondok pesantren, termasuk dari laporan kehilangan pihak keluarga korban.
Lihat Juga :