Buya Yahya: Cinta Bukan di Lisan dan Telinga, tapi di Hati Kita
Sabtu, 20 September 2025 - 12:57 WIB
"Yang menjalani hidup tanpa cinta cacat hidupnya. Cinta bukan untuk didefinisikan, tetapi cinta untuk dirasakan. Yang telah menemukan indahnya cinta, seribu definisi tidak bisa mewakilinya," ujarnya.
Buya Yahya meyakini semua orang tentu merindukan cinta tersebut. Tapi ternyata, kata dia, tidak semua orang mendapatkannya. Dia pun membagikan bagaimana cara atau langkah mendatangkan cinta agar hadir cinta sejati tersebut.
Baca juga: Bolehkah Membayar Fidyah kepada Orang Tua Sendiri? Ini Penjelasan Buya Yahya
Mengibaratkan cinta itu adalah sebuah tanaman, Buya Yahya menegaskan bahwa setiap orang tidak bisa hanya sekadar memberikan pupuknya saja agar subur.
"Ternyata di samping ada pupuk untuk menyuburkan cinta, disitu ada pemangkas hama-hama yang menghancurkan cinta. Biarkan setiap hari disuburkan dengan kalimat I Love You, seribu kali kalimat I Love You diungkap, tapi hamanya nyerang terus," pungkasnya.
Buya Yahya meyakini semua orang tentu merindukan cinta tersebut. Tapi ternyata, kata dia, tidak semua orang mendapatkannya. Dia pun membagikan bagaimana cara atau langkah mendatangkan cinta agar hadir cinta sejati tersebut.
Baca juga: Bolehkah Membayar Fidyah kepada Orang Tua Sendiri? Ini Penjelasan Buya Yahya
Mengibaratkan cinta itu adalah sebuah tanaman, Buya Yahya menegaskan bahwa setiap orang tidak bisa hanya sekadar memberikan pupuknya saja agar subur.
"Ternyata di samping ada pupuk untuk menyuburkan cinta, disitu ada pemangkas hama-hama yang menghancurkan cinta. Biarkan setiap hari disuburkan dengan kalimat I Love You, seribu kali kalimat I Love You diungkap, tapi hamanya nyerang terus," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :