Gelar NU Mendengar, PWNU DKI Soroti Kesenjangan Sosial di Jakarta Sangat Tinggi

Jum'at, 19 September 2025 - 11:29 WIB
Di sisi lain, kapasitas TPST Bantar Gebang yang ada saat ini, telah berubah menjadi gunung-sampah setinggi 50 meter dan hanya tersisa 10% dari total 110 ha yang belum terpakai, sehingga berpotensi overload dalam 2 atau 3 tahun ke-depan.

Baca juga: Waketum MUI: Kesenjangan Sosial dan Ekonomi Semakin Terjal

Lebih dari 50% sampah tersebut merupakan sampah organik yang bisa menimbulkan gas beracun, longsor, pencemaran air, penyakit warga hingga kebakaran. Selain itu Jakarta juga mengalami kerentanan harmoni dengan 11 juta penduduk dari ratusan etnis dan keyakinan. Sebab dengan ragamnya etnis dan keyakinan ini, rawan terjadi diskriminasi, kesenjangan hingga polarisasi politik yang bisa menimbulkan gesekan sosial di Jakarta.

Dari sederet keresahan tersebut, PWNU Jakarta hadir untuk memastikan Jakarta tetap jadi kota yang layak huni, adil bagi semua dan damai dalam keberagaman.

Program ini membentuk sebuah forum strategis antara NU sebagai ormas keagamaan, pemerintah, BUMD, juga masyarakat untuk menjawab tantangan di Jakarta. Selain itu, melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dan deklarasi, membuat adanya komitmen menyelesaikan permasalahan lingkungan di Jakarta sekaligus menekan kesenjangan sosial warganya melalui pendekatan ekonomi sirkular.

PWNU juga akan melibatkan pesantren dan majelis taklim di Jakarta untuk pilot project gelaran NU Mendengar ini. Selain itu, nantinya forum yang terbentuk bisa menjadi sumber rekomendasi kebijakan berkelanjutan bagi pemerintah juga komunitas.

Bentuk deretan kegiatan ini nantinya adalah tiga seri FGD dengan tema Sampah dan Lingkungan, Ekonomi Kerakyatan dan Kemiskinan Perkotaan dan Harmoni Keagamaan dan Kebangsaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!