Kacab Bank Sudah Ditarget Orang Tak Dikenal Sebelum Diculik dan Dibunuh

Rabu, 17 September 2025 - 18:15 WIB
"Jadi, ini tidak random, almarhum juga sudah pernah mendatangi salah satu pelaku (sebelumnya) si C itu untuk memberikan kartu nama saat menawarkan bisnis. Artinya kan sudah disasar," katanya.

Dia mendesak penyidik membuka komunikasi di handphone para pelaku bekerja sama dengan provider guna melacak pembicaraan mereka. Dengan begitu, bakal diketahui perencanaan yang dilakukan para pelaku sejak awal.

"Kejahatan terorganisir itu sudah dapat dipastikan. Kalau pun nurut sudah akan dihilangkan, kalau tidak nurut apalagi. Keluarga menginginkan proses Pasal 340, pengacara pelaku penculikan juga pernah mengatakan yang membuang itu pelaku penculikan dan diserahkan kepada dia dalam keadaan mati. Dalam jumpa pers dikatakan yang membuang bukan penculik dan dalam keadaan lemas, tapi masih bergerak-gerak," jelasnya.

Boyamin menambahkan penculikan korban MIP termasuk dalam bagian pembunuhan, yang mana tak bisa dipisah-pisahkan. Sebab, para pelaku tentu bakal memberikan keterangan untuk mencari selamat sendiri-sendiri agar bisa lepas dari jeratan hukum.

"Kalau tidak ada penculikan mana bisa dibunuh orangnya. Jadi itu satu peristiwa, jangan dipotong-potong ini penculik, ini penganiayaan, ini pemukul, ini mindah ke ini, terus sana lagi. Misalnya yang aktor intelektualnya pasti ngomong, oh saya nggak nyuruh bunuh, hanya dirayu aja kan gitu. Semua pasti akan mencari selamat sendiri," ujarnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!