Antisipasi Risiko Bencana dengan Pelatihan di SMP 1 Balongan Indramayu
Sabtu, 13 September 2025 - 13:05 WIB
“Dengan memahami ancaman, kerentanan, dan kapasitas, kita bisa menyusun langkah yang lebih tepat sasaran. Karena bencana itu ada tiga dan dapat terjadi kapan saja, meliputi bencana alam, non-alam, dan sosial. Kehadiran kami untuk memastikan bahwa sekolah sebagai pusat kegiatan belajar juga siap menghadapi potensi bencana. Kerjasama ini harus terus berlanjut untuk memastikan generasi emas Indonesia 2045 dapat terwujud,” ujar Asep, dikutip Sabtu (13/9/2025).
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria menegaskan komitmen perusahaan dalam kegiatan Program Panah Kesatria sehingga menjadi salah satu langkah untuk memastikan sekolah di ring satu tangguh bencana dengan menanamkan budaya siaga bencana.
“Kami ingin memastikan bahwa sekolah di ring satu memiliki kapasitas tangguh bencana. Kajian risiko ini menjadi dasar yang sangat penting sebelum kita berbicara tentang simulasi atau penanganan darurat. Dengan kolaborasi yang kuat antara sekolah, BPBD, dan Pertamina, kita bisa memastikan kesiapsiagaan ini tidak hanya berhenti di tataran wacana, tapi juga diwujudkan dalam aksi yang nyata,” ujar Satria.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria menegaskan komitmen perusahaan dalam kegiatan Program Panah Kesatria sehingga menjadi salah satu langkah untuk memastikan sekolah di ring satu tangguh bencana dengan menanamkan budaya siaga bencana.
“Kami ingin memastikan bahwa sekolah di ring satu memiliki kapasitas tangguh bencana. Kajian risiko ini menjadi dasar yang sangat penting sebelum kita berbicara tentang simulasi atau penanganan darurat. Dengan kolaborasi yang kuat antara sekolah, BPBD, dan Pertamina, kita bisa memastikan kesiapsiagaan ini tidak hanya berhenti di tataran wacana, tapi juga diwujudkan dalam aksi yang nyata,” ujar Satria.
(shf)
Lihat Juga :