Sakit Hati, Motif 2 Tersangka Bunuh Sachroni Sekeluarga di Indramayu

Selasa, 09 September 2025 - 15:36 WIB
Mereka berbincang hingga pukul 23.00 WIB. R juga mengajak Budi melihat gudang di rumah korban dengan alasan untuk bongkar muat minyak yang nanti dikirim.

"Saat korban lengah, R mengambil pipa besi dari tas P dan memukulkannya ke kepala Budi hingga tersungkur," ujarnya.

Setelah korban Budi tak sadarkan diri, pada Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 01.00 WIB, tersangka R dan P masuk ke kamar korban Sachroni. R dan P memukul korban Sachroni menggunakan pipa besi.

Tak berhenti di situ, R masuk kamar Euis Juwita dan anaknya RA berusia 7 tahun yang sedang tidur. Tersangka R memukul kepala korban hingga tewas menggunakan pipa besi. "Sementara, tersangka P menenggelamkan bayi B ke ember (baskom) berisi air hingga tewas," ucap Hendra.

Seusai menghabisi korban, P dan R mencari barang berharga milik korban. Mereka menemukan uang tunai Rp7 juta, perhiasan emas, dan tiga handphone, salah satunya milik Budi yang kemudian dipakai oleh tersangka R.

Hendra menuturkan tersangka P dan R kabur dengan membawa salah satu mobil milik korban. Mereka menyewa kamar hotel di Jatibarang, Indramayu.

Sejumlah perhiasan emas milik para korban diberikan kepada P untuk dijual di Pasar Mambo, Indramayu. Kemudian, tersangka P menjual emas itu dengan harga Rp3 juta dan membeli terpal.

Pada Sabtu 30 Agustus 2025 sekitar pukul 01.00 WIB, kedua pelaku menyeret lima jenazah menggunakan terpal ke halaman belakang rumah dan menguburnya dalam satu liang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!