Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat Terancam Dipecat

Jum'at, 11 September 2020 - 07:32 WIB
DPP Partai Golkar langsung bereaksi keras setelah video kedua kadernya Alfons Manibuy dan Anisto viral di media sosial beberapa waktu lalu. Di mana dalam video tersebut, Alfons Manibuy terang-terangan hadir dalam deklarasi dan terlibat langsung mendukung kemenangan paslon Ali Ibrahim Bauw-Yohanis Anisto Manibuy.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar , Derek Loupatty mengatakan, DPP Partai Golkar sangat menyayangkan sikap kader partai yang tidak menaati dan melawan keputusan partai di hadapan publik.

"Kalau dia merasa sebagai ketua partai dan sebagainya, harusnya dia taat pada aturan partai. Tapi kalau frontal di depan (memberikan dukungan), sama saja publik akan menilai dia melawan terang-terangan terhadap keputusan partai. Kalau kita berbicara tentang Partai Golkar , kita harus pandai-pandai menempatkan posisi kita," ujar Derek Loupatty di Sorong, Kamis (10/9/2020) membuka percakapan dengan SINDOnews.com.

Lebih lanjut Derek mengatakan, kisruh yang terjadi di Kabupaten Teluk Bintuni, dikarenakan Yohanis Ansito Manibuy selaku ketua DPD II Partai Golkar Teluk Bintuni tidak mengamankan rekomendasi partai. Malah Anisto ikut maju sebagai calon kepala daerah Teluk Bintuni dengan menggunakan partai lain. Sementara DPP Partai Golkar memberikan rekomendasi kepada paslon Petrus Kasihiw dan Matret Kokop.



Tak hanya itu, menurut Derek, kekisruhan bertambah ketika ketua DPD I Partai Golkar Papua Barat, Alfons Manibui mendukung Anisto dalam deklarasi pasangan Ali Bauw-Anisto Manibuy yang tidak didukung oleh Partai Golkar sendiri.

"Memang ada informasi yang berkembang bahwa dia (Alfons Manibuy) bersikap karena keluarga, benar. Tetapi forumnya seperti apa, forum deklarasi, bukan forum keluarga. Keputusan DPP Partai Golkar , B1KWK diberikan kepada paslon Petrus Kasihiw dan Matret Kokop, dan dia (Alfons Manibui) sudah tahu itu," ungkap Derek dengan nada tegas.

(Baca juga: Awalnya Alas Beringin, Pasar Beringharjo Terus Ngageni )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!