Antisipasi Macet Kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Bongkar Muat Tak Lebih 1 Jam
Rabu, 20 Agustus 2025 - 17:50 WIB
Setelah kejadian pihaknya terus berbenah, aktivitas bongkar muat pun kini dibatasi tidak lebih dari 3.000 kontainer per harinya. Termasuk soal waktu tunggu, dia juga membuat aturan aktivitas maksimal 1 jam dan memonitoring bongkar muat baik secara digital, sistematis, hingga manual. “Hingga hari ini saja rata-rata waktu bongkar muat hanya 17 menit per kontainer,” ucapnya.
Lewat sistem ini, sopir kontainer akan diawasi melalui kartu get pass yang memonitoring aktivitas di sana. Bila melewati 30 menit, maka sistem akan memberi peringatan melalui data centre yang kemudian ditindaklanjuti tim lapangan.
“Selain TBS, IPC TPK juga mengembangkan berbagai inovasi digital melalui TOS Nusantara yang mengintegrasi data pergerakan peti kemas di bawah Pelindo Terminal Petikemas. Transformasi digital ini ditujukan agar layanan lebih cepat, transparan, dan mudah diakses pengguna jasa,” kata Guna.
Di tahun 2025, IPC TPK menjalankan inisiatif strategis seperti Penerapan Join Gate, Pembangunan Container Scanner, Standarisasi Operasi (Planning and Control), Implementasi sistem TOS Nusantara, Peningkatan Kompetensi dan Kapabilitas SDM serta Optimalisasi Aset.
IPC TPK menghadapi tantangan untuk menjaga Yard Occupancy Ratio (YOR) di bawah 65 persen di Pelabuhan Tanjung Priok sesuai kebijakan otoritas pelabuhan. Pembatasan YOR ini bertujuan mencegah penumpukan antrean truk peti kemas yang dapat menghambat arus barang.
Lewat sistem ini, sopir kontainer akan diawasi melalui kartu get pass yang memonitoring aktivitas di sana. Bila melewati 30 menit, maka sistem akan memberi peringatan melalui data centre yang kemudian ditindaklanjuti tim lapangan.
“Selain TBS, IPC TPK juga mengembangkan berbagai inovasi digital melalui TOS Nusantara yang mengintegrasi data pergerakan peti kemas di bawah Pelindo Terminal Petikemas. Transformasi digital ini ditujukan agar layanan lebih cepat, transparan, dan mudah diakses pengguna jasa,” kata Guna.
Di tahun 2025, IPC TPK menjalankan inisiatif strategis seperti Penerapan Join Gate, Pembangunan Container Scanner, Standarisasi Operasi (Planning and Control), Implementasi sistem TOS Nusantara, Peningkatan Kompetensi dan Kapabilitas SDM serta Optimalisasi Aset.
IPC TPK menghadapi tantangan untuk menjaga Yard Occupancy Ratio (YOR) di bawah 65 persen di Pelabuhan Tanjung Priok sesuai kebijakan otoritas pelabuhan. Pembatasan YOR ini bertujuan mencegah penumpukan antrean truk peti kemas yang dapat menghambat arus barang.
Lihat Juga :