Tanam Jagung dan Dirikan BUMA, GP Ansor Bangun Ekonomi Berbasis Komunitas di Maluku Utara
Minggu, 10 Agustus 2025 - 12:54 WIB
“Kemitraan ini akan menjadi bentuk kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya dalam mendukung percepatan program-program pemerintah di bidang ekonomi dan ketahanan pangan,” ungkap Sarbin.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa GP Ansor bukan sekadar organisasi, melainkan wadah pembinaan kepemimpinan bagi generasi muda.
“Saya percaya dari GP Ansor akan lahir pemimpin masa depan Indonesia yang menjunjung tinggi pemberdayaan sumber daya manusia, keberagaman, dan kemandirian ekonomi,” ujar Sherly saat menghadiri pelantikan pengurus PW GP Ansor Maluku Utara periode 2024–2028 di Ternate.
Ia menekankan bahwa GP Ansor tidak hanya berperan menjaga akidah dan kebangsaan, tetapi juga harus berdiri tegak secara ekonomi. Mengutip pesan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sherly berkata, “Tidak penting apapun agama dan sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak akan bertanya apa agamamu,” tegasnya.
Sherly juga menyoroti pentingnya keberagaman sebagai kekuatan bangsa. “Negeri Moloku Kie Raha punya semboyan ‘Torang Semua Basudara’. Meski provinsi kita kecil, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada kuartal I mencapai 34,5 persen dan kuartal II sebesar 32 persen, tertinggi di Indonesia,” ujarnya.
Ia mendorong GP Ansor untuk ikut dalam laju pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah provinsi, kata Sherly, siap berkolaborasi untuk mengoptimalkan daya saing, memperkuat SDM, dan mendorong kemandirian ekonomi pemuda hingga ke wilayah perbatasan.
Didukung Gubernur Maluku Utara
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa GP Ansor bukan sekadar organisasi, melainkan wadah pembinaan kepemimpinan bagi generasi muda.
“Saya percaya dari GP Ansor akan lahir pemimpin masa depan Indonesia yang menjunjung tinggi pemberdayaan sumber daya manusia, keberagaman, dan kemandirian ekonomi,” ujar Sherly saat menghadiri pelantikan pengurus PW GP Ansor Maluku Utara periode 2024–2028 di Ternate.
Ia menekankan bahwa GP Ansor tidak hanya berperan menjaga akidah dan kebangsaan, tetapi juga harus berdiri tegak secara ekonomi. Mengutip pesan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sherly berkata, “Tidak penting apapun agama dan sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak akan bertanya apa agamamu,” tegasnya.
Sherly juga menyoroti pentingnya keberagaman sebagai kekuatan bangsa. “Negeri Moloku Kie Raha punya semboyan ‘Torang Semua Basudara’. Meski provinsi kita kecil, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada kuartal I mencapai 34,5 persen dan kuartal II sebesar 32 persen, tertinggi di Indonesia,” ujarnya.
Ia mendorong GP Ansor untuk ikut dalam laju pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah provinsi, kata Sherly, siap berkolaborasi untuk mengoptimalkan daya saing, memperkuat SDM, dan mendorong kemandirian ekonomi pemuda hingga ke wilayah perbatasan.
Libatkan Petani Binaan
Lihat Juga :