Mahasiswa Maluku Utara Beraksi di Mabes Polri dan Kejagung, Ini Tuntutannya

Sabtu, 09 Agustus 2025 - 08:40 WIB
Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Maluku Utara Pro Warga Maba Sangaji (Format-Praga) menggelar aksi di depan Gedung Kejagung dan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025). Foto: Ist
JAKARTA - Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Maluku Utara Pro Warga Maba Sangaji (Format-Praga) menggelar aksi di depan Gedung Kejaksaan Agung dan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025). Mereka menuntut Kejagung menginvestigasi Halmahera Timur dan mengaudit aktivitas perusahaan tambang yang dinilai merugikan warga adat Maba Sangaji.

Koordinator aksi Arifin Sangaji menuturkan aktivitas perusahaan tambang menimbulkan dampak lingkungan, merampas tanah adat, dan memicu kriminalisasi warga. “Kami minta Kejagung jangan diam. Segera turun ke lapangan, audit investigasi semua aktivitas perusahaan tambang lalu cabut izinnya,” tegas pendemo.



Mahasiswa menegaskan tuntutan mereka bukan sekadar reaksi spontan melainkan bentuk solidaritas terhadap warga adat Maba Sangaji yang saat ini sebagian warganya masih menjalani proses hukum.

Mereka menilai keberadaan tambang tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga memicu konflik sosial yang berkepanjangan. Selain itu, massa juga meminta Kejagung melakukan supervisi langsung terhadap persidangan kasus warga adat Maba Sangaji di Pengadilan Negeri Soasio, Tidore Kepulauan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!