Hutan Lestari Sejahterakan Masyarakat Halmahera Barat
Sabtu, 26 Juli 2025 - 15:58 WIB
Hutan lestari membawa berkah bagi warga Desa Todowongi, Halmahera Barat, Maluku Utara. Salah satunya Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Singina Moi. Foto/Ist
HALMAHERA BARAT - Hutan lestari membawa berkah bagi warga Desa Todowongi, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Salah satunya Halto Sidarima yang bersama beberapa warga desanya masuk dalam Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Singina Moi, Halmahera Barat.
Halto tak menyangka dirinya bisa berhasil membuat bubuk jahe merah dan menjadi sumber pendapatan keluarganya.
Baca juga: Mencekam, Ini Penampakan Erupsi Dahsyat Gunung Ibu di Halmahera Barat
Sebelumnya, perempuan berusia 43 tahun ini bersama warga sekitar, sangat menggantungkan hidupnya pada hasil ladang musiman dan bekerja di perusahan tambang di wilayahnya.
“Kalau musim gagal panen, banyak yang pilih kerja ke perusahaan tambang, jadi lahan juga banyak terbengkalai,” katanya, dikutip Sabtu (26/7/2025).
Kehidupannya berubah, setelah adanya Proyek Strengthening of Social Forestry in Indonesia (SSF) dari Kementerian Kehutanan.
“Awalnya tim pendamping datang ke kampung kami dan mengajak diskusi soal bagaimana hutan bisa jadi sumber kehidupan jika dikelola dengan benar. Sebagai orang kampung yang hidup dari alam, saya merasa program ini cocok dengan nilai-nilai yang kami pegang, hidup seimbang dengan alam,” ujarnya.
Halto tak menyangka dirinya bisa berhasil membuat bubuk jahe merah dan menjadi sumber pendapatan keluarganya.
Baca juga: Mencekam, Ini Penampakan Erupsi Dahsyat Gunung Ibu di Halmahera Barat
Sebelumnya, perempuan berusia 43 tahun ini bersama warga sekitar, sangat menggantungkan hidupnya pada hasil ladang musiman dan bekerja di perusahan tambang di wilayahnya.
“Kalau musim gagal panen, banyak yang pilih kerja ke perusahaan tambang, jadi lahan juga banyak terbengkalai,” katanya, dikutip Sabtu (26/7/2025).
Kehidupannya berubah, setelah adanya Proyek Strengthening of Social Forestry in Indonesia (SSF) dari Kementerian Kehutanan.
“Awalnya tim pendamping datang ke kampung kami dan mengajak diskusi soal bagaimana hutan bisa jadi sumber kehidupan jika dikelola dengan benar. Sebagai orang kampung yang hidup dari alam, saya merasa program ini cocok dengan nilai-nilai yang kami pegang, hidup seimbang dengan alam,” ujarnya.
Lihat Juga :