Gapasdap: Evaluasi Menyeluruh Kunci Perbaikan Keselamatan Pelayaran Nasional

Jum'at, 25 Juli 2025 - 20:29 WIB
Menurut Khoiri, banyak insiden kecelakaan laut tidak hanya berkaitan dengan operasional kapal, tetapi juga kondisi pelabuhan yang belum memadai. Masih banyak dermaga penyeberangan seperti tipe LCM yang tidak dilengkapi kolam pelabuhan, breakwater, dan fasilitas pemuatan modern seperti moving bridge.

Muatan truk logistik yang tidak terkendali. Masih terdapat kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) dan barang berbahaya yang masuk ke kapal tanpa screening memadai. Infrastruktur dan sistem pengawasan yang tidak konsisten. Pelabuhan sebagai titik kontrol sering kali belum mampu melakukan filterisasi muatan, verifikasi identitas penumpang, serta memastikan akses steril di area pelayaran.

Baca juga: Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya Ditutup, 16 Orang Belum Ditemukan

Peran regulator dan lembaga teknis seperti BKI, BMKG, Basarnas, dan KNKT juga perlu ditingkatkan peran yang lebih aktif, karena mereka memiliki kewenangan dan tanggung jawab langsung dalam validasi teknis, pemantauan kondisi cuaca di laut yang lebih update dan terintegrasi dengan pengambil keputusan SPB, penanganan darurat yang lebih cepat respon timenya, serta penyusunan rekomendasi kebijakan pascakejadian.

Kualitas galangan kapal (shipyard) juga perlu ditingkatkan akuntabilitasnya, khususnya terkait pembangunan kapal baru dan hasil modifikasi serta reparasi kapal periodik yang harus betul-betul memenuhi kaidah teknis dan stabilitas kapal sesuai aturan

Untuk itu, lanjut Khoiri, Gapasdap mengusulkan agar audit terhadap operator tetap dilaksanakan sesuai aturan, namun dibarengi dengan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur pelabuhan, sistem pengawasan, serta kelembagaan pendukung keselamatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!