Pesantren Nahdlatul Ulum Maros Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka
Rabu, 09 September 2020 - 15:30 WIB
"Orang tua yang ingin membesuk anaknya, tidak dibolehkan masuk ke dalam pesantren. Mereka hanya dibolehkan sampai di pos satpam saja. Demikan juga dengan anak santri. Kami tidak membolehkan mereka untuk pulang ke rumah. Karena kalau itu dilakukan, mereka terpaksa harus di karantina selama 14 hari sebelum berbaur dengan santri lain," terangnya.
Sementara itu, salah satu orang tua santri Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Muhammad Ridwan menuturkan, pada dasarnya dia sangat setuju jika proses pembelajaran santri dilakukan di pesantren. Karena dia menganggap lingkungan pesantren merupakan lingkungan paling aman dan tempat isolasi terbaik.
Baca juga: Disdik Diminta Survei Kesiapan Sekolah Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Kepala seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kemenag Kabupaten Maros, Ahmad Ihyaddin menuturkan, memang ada beberapa pesantren yang telah melakukan tatap muka.
"Dan itu dibolehkan oleh Kementerian Agama. Selama pesantren tersebut menjalankan dan menerapkan protokol kesehatan ," jelasnya.
Sementara itu, salah satu orang tua santri Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Muhammad Ridwan menuturkan, pada dasarnya dia sangat setuju jika proses pembelajaran santri dilakukan di pesantren. Karena dia menganggap lingkungan pesantren merupakan lingkungan paling aman dan tempat isolasi terbaik.
Baca juga: Disdik Diminta Survei Kesiapan Sekolah Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Kepala seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kemenag Kabupaten Maros, Ahmad Ihyaddin menuturkan, memang ada beberapa pesantren yang telah melakukan tatap muka.
"Dan itu dibolehkan oleh Kementerian Agama. Selama pesantren tersebut menjalankan dan menerapkan protokol kesehatan ," jelasnya.
(luq)
Lihat Juga :