Cek Segitiga Dexa Medica di Jogja, Deteksi 6 dari 10 Warga Risiko Penyakit Kronis

Kamis, 26 Juni 2025 - 11:35 WIB
Program skrining kesehatan gratis Cek Segitiga dari Dexa Medica digelar di Alun-alun Selatan, DIY, Minggu (22/6/2025). Kegiatan ini mencatat 6 dari 10 warga risiko penyakit kronis. Foto/Dok. SindoNews
YOGYAKARTA - Program skrining kesehatan gratis Cek Segitiga dari Dexa Medica digelar di Alun-alun Selatan, DIY, Minggu (22/6/2025). Kegiatan ini mencatat lebih dari 60% peserta berada dalam kategori risiko tinggi penyakit kronis. Menjadi alarm penting bagi kesehatan masyarakat urban.

Dalam cek kesehatan gratis ini, Dexa Medica berkolaborasi dengan RS Ludira Husada Tama Yogyakarta dan mencatat partisipasi sebanyak 811 warga. Sebanyak 798 menjalani skrining kesehatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah sewaktu. Jumlah peserta meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan antusiasme yang semakin besar dari masyarakat Yogyakarta. Baca juga: 1.000 Produk Tersertifikasi Halal, Dexa Medica Diganjar Penghargaan oleh Kemenperin



Hasil skrining menunjukkan bahwa 60,65% peserta berada dalam kategori risiko tinggi (high risk). Mereka terdeteksi memiliki nilai abnormal pada minimal satu dari tiga parameter pemeriksaan.

Penyakit yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi, dengan 303 peserta (44,6%) memiliki tekanan darah di atas batas normal (≥140/90 mmHg). Disusul oleh kolesterol tinggi pada 235 peserta (37,2%) dan gula darah sewaktu tinggi pada 124 peserta (18,2%).

Head of Sales OGB PT Dexa Medica Yulianto mengatakan, kegiatan Cek Segitiga ini merupakan bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung upaya promotif dan preventif pemerintah. “Jadi ini adalah titik kelima skrining tahun ini yang tujuannya bantu program pemerintah,” katanya.

General Practitioner RS Ludira Husada Tama Yogyakarta dr Dwi Astuti menekankan pentingnya skrining sebagai langkah awal mengenali penyakit kronis yang kerap tidak menunjukkan gejala. “Karena memang skrining kronis disarankan juga oleh pemerintah. Kalau lebih awal diketahui, bisa segera ditangani. Sekarang penyakit intervensi menurun, tapi penyakit kronis meningkat. Jadi penting agar masyarakat lebih cepat mengetahui kondisi kesehatannya,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!