Kisah Sentot, Anak Muda Panglima Perang Jawa Andalan Pangeran Diponegoro

Jum'at, 20 Juni 2025 - 06:40 WIB
Sentot digambarkan sebagai anak muda yang brilian, pemberani, dan berapi-api di segala hal. Dikutip dari buku "Takdir : Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 - 1855" dari Peter Carey, pada penghujung 1828 ketika Sentot memasuki usia 20 tahun sudah tampil sebagai panglima militer dan ahli strategi yang terkenal.

Pasukan Sentot berhasil memenangkan pertempuran dengan pasukan Gerak Cepat ke-8 yang dipimpin Mayor HF Buschkens di Kroya, Bagelen Timur, awal Oktober 1828. Namun, di sisi lain dinamika jalannya perang ini mulai tidak menguntungkan Pangeran Diponegoro.

Pada Desember 1828, Sentot meminta agar diberi kuasa untuk memimpin seluruh kekuatan pasukan Diponegoro di medan tempur sekaligus diizinkan menarik pajak langsung yang berarti mengabaikan patih.

Hal ini akhirnya mengganggu batin sang pangeran yang sadar bahwa perannya sebagai Ratu Adil mestilah menjamin kebijakan pajak yang ringan dan tersedianya sandang pangan murah.

Pangeran Diponegoro khawatir jangan-jangan rakyat kebanyakan bakal ditindas jika Sentot yang terkenal suka hidup boros itu diizinkan memegang dalam satu tangan tanggung jawab militer dan pemerintahan. Pangeran lalu meminta pendapat para komandan lain sekaligus bertanya pada pamannya Pangeran Ngabehi.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!