Unhas Tembus Top 1000 Dunia Versi QS WUR, Buka Jalan Menuju Reputasi Global
Kamis, 19 Juni 2025 - 20:48 WIB
"QS itu seperti indeks kepercayaan dalam dunia perguruan tinggi global. Kampus yang masuk Top 1000 akan lebih dilirik oleh mahasiswa asing, peneliti luar negeri, hingga dunia industri internasional. Ini bukan soal peringkat semata, tapi soal positioning di panggung dunia," ujar Prof. Jamaluddin Jompa.
Capaian ini juga menempatkan Unhas sejajar dengan universitas ternama dari Indonesia yang selama ini didominasi kampus di Pulau Jawa, seperti UI, UGM, ITB, Unair, IPB, dan Undip. Dalam daftar QS WUR 2025, Unhas tertinggi di luar Pulau jawa.
Baca juga: Menuju WCU, Unhas Dorong Kolaborasi dengan Industri Nasional dan Global
Direktur Reputasi Unhas Rohani Ambo Rappe menjelaskan ada tiga indikator penting yang menjadi fokus pembenahan Unhas: jumlah publikasi dan sitasi ilmiah, mahasiswa internasional, serta keberadaan dosen asing. Tiga indikator inilah yang banyak memengaruhi skor QS.
“Awalnya kita lemah di publikasi. Tapi sekarang, melalui Thematic Research Group (TRG), para dosen—khususnya profesor—diwajibkan membangun kolaborasi riset internasional. Hasilnya mulai terlihat: publikasi meningkat, kerja sama makin luas, dan reputasi kampus terangkat,” kata Prof. Rohani.
Capaian ini juga menempatkan Unhas sejajar dengan universitas ternama dari Indonesia yang selama ini didominasi kampus di Pulau Jawa, seperti UI, UGM, ITB, Unair, IPB, dan Undip. Dalam daftar QS WUR 2025, Unhas tertinggi di luar Pulau jawa.
Baca juga: Menuju WCU, Unhas Dorong Kolaborasi dengan Industri Nasional dan Global
Direktur Reputasi Unhas Rohani Ambo Rappe menjelaskan ada tiga indikator penting yang menjadi fokus pembenahan Unhas: jumlah publikasi dan sitasi ilmiah, mahasiswa internasional, serta keberadaan dosen asing. Tiga indikator inilah yang banyak memengaruhi skor QS.
“Awalnya kita lemah di publikasi. Tapi sekarang, melalui Thematic Research Group (TRG), para dosen—khususnya profesor—diwajibkan membangun kolaborasi riset internasional. Hasilnya mulai terlihat: publikasi meningkat, kerja sama makin luas, dan reputasi kampus terangkat,” kata Prof. Rohani.
Lihat Juga :