Menko PM: Pemerintah Wajib Terima Kasih ke Pesantren dalam Mengatasi Kemiskinan

Kamis, 19 Juni 2025 - 16:19 WIB
"Lulusan pesantren sebetulnya punya dua hal, yakni mandiri atau punya daya tahan. Ini berbeda. Lulusan pesantren dianggap mandiri, sebetulnya belum tentu mandiri. Bisa saja punya daya tahan, karena didasari penggemblengannya kuat. Yang penting punya daya tahan dan mandiri, yakni memiliki kelebihan kompetitif, memiliki daya saing yang unggul di banding yang lain," katanya.

Baca juga: Sowan ke Ponpes Sukorejo, Gus Imin Halalbihalal dengan Kiai Azaim dan Nyai Ju

Gus Muhaimin menyebut, di sinilah letak yang harus didiskusikan bersama-sama, bagaimana pola perencanaan dan strategi kurikulum di dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM.

"Saya juga menyaksikan UIN ini, sebuah lembaga pendidikan yang paling berjasa mentransformasi sumber daya manusia pesantren. Kalau tidak ada UIN lulusan pesantren tidak semaju hari ini," ucapnya.

Menurut dia, menghapus kemiskinan dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat adalah salah satu cita-cita besar bangsa Indonesia. Untuk melaksanakan cita cita tersebut desa harus dibebaskan dari kemiskinan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, saat ini ada sekitar 5,5 juta jiwa masyarakat miskin tinggal di desa.

“Keberadaan 65.000 BUMDes dan 80.000 Koperasi Merah Putih yang tersebar di desa-desa harus menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi dan akselerator kemandirian desa. Jika BUMDes dan Koperasi Desa saling bersinergi, maka jutaan lapangan kerja berkualitas di desa akan segera terwujud,” ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!