Peringatan Hari Lahir ke-80, Pancasila Adalah Pondasi Berbangsa dan Bernegara

Senin, 02 Juni 2025 - 09:28 WIB
“Tidak hanya rasa syukur, upacara adalah kristalisasi dari 4 rasa lain, yang mempersatukan para pendiri bangsa pada saat itu yakni, rasa persaudaraan, rasa persatuan, rasa kebersamaan, dan rasa peduli,” ujar Juan, Senin (2/6/2025).

Juan menjelaskan, tepat 80 tahun lalu Ir. Soekarno sambung menyebut Pancasila, sebagai philosophische grondslag atau dasar filosofi dan Weltanschauung atau dasar berdirinya suatu negara. Pancasila itu adalah persamaan yang Soekarno gali, dalam diri manusia Indonesia yang berbeda-beda. Itulah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada bangsa Indonesia.

Baca juga: Mutasi TNI, 6 Pati Duduki Jabatan Penting di Kemhan, Dirjen Strahan hingga Pothan

Namun saat ini, Yayasan Rumah Anak Pancasila menangkap banyak keresahan terhadap generasi penerus bangsa yang terkikis budi pekertinya, norma adabnya, hingga wawasan kebangsaannya. Rumah Anak Pancasila menemukan berbagai fakta menyedihkan terkait pemahaman Pancasila dan wawasan kebangsaan sebagian besar anak-anak Indonesia.

“Masih banyak mereka yang tidak memahami peta NKRI, sejarah Pahlawan Nasional dan wawasan kebangsaan umum lainnya, apalagi arti Pancasila. Untuk menutup celah ini, kami di Rumah Anak Pancasila mengedepankan pola internalisasi berbasis Jas Merah Budi (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah, Budaya, dan Iman). Melalui Sejarah, kita jadi ingat kehebatan, juga kelemahan, bangsa kita,” tegasnya.

Juan menyebut, lima rasa yang mempersatukan dalam sila-sila Pancasila. “Nah itulah yang membuat kita menjadi orang Indonesia yang sejati. Jadi Pancasila itu adalah bukan Cuma sebuah narasi bukan sebuah narasi, bukan hanya sebuah literatur tapi merupakan lima perasaan yang sama yang hidup dalam jiwa bangsa Indonesia, “ paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!