Asal-usul Hayam Wuruk Digelari Abhiseka Sri Rajasanagara saat Naik Takhta Raja Majapahit

Kamis, 29 Mei 2025 - 08:35 WIB
Kalau menari, dia memainkan peran wanita sebagai Pager Antimun. Jika menjadi pelawak dalam wayang, dia mengambil peran Gagak Katawang. Sebagai pemeluk agama Siwa dikenal sebagai Janeswara.

Setelah dinobatkan sebagai raja, mengambil nama Abhiseka Sri Rajasanagara. Gelar itu muncul setelah dinobatkan sebagai yuwaraja di Kahuripan yakni Sri Rajasanagara. Nama Abhiseka Sri Rajasanagara tetap digunakan sampai akhir hidupnya.

Nama gelar itu sering dipersatukan dengan nama garbhopatinya Dyah Hayam Wuruk. Penggabungan nama abhiseka dengan nama garbhopati adalah peristiwa biasa dalam masyarakat Majapahit, bahkan juga dalam masyarakat Jawa hingga zaman sekarang.

Pada Kakawin Nagarakretagama pupuh 1/4 menyatakan dengan tegas bahwa Dyah Hayam Wuruk lahir pada tahun saka 1256 atau sama dengan 1334 Masehi. Dia hanya mempunyai seorang saudara perempuan dikenal sebagai Bhre Pajang. Bhre Pajang kawin dengan Raden Sumana, Bhatara di Paguhan, yang mengambil nama Abhiseka Singawardhana.

Sebagai raja juga disebut Hyang Wekasing Suka. Gelar atau nama tambahan itu dengan sendirinya tidak pernah tercantum dalam prasasti. Hanya gelar Hyang Wekasing Suka pernah satu kali disebut pada suatu prasasti yang diperbarui oleh Sri Wikramawardhana sepeninggal Sri Rajasanagara atau Hayam Wuruk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!