Mengenal Rakeyan Darmasiksa Leluhur Prabu Siliwangi

Selasa, 20 Mei 2025 - 11:06 WIB
Pada sumber sejarah itu ditulis "Datang ka Pakwan mangadeg di kadatwan Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati. Anggeus ta pahi dieusian urut Sripara Pasela Parahiyangan ku Rakéyan Darmasiksa. Ti inya di-beukah kabwatan. Kacarita Rakéyan Darmasiksa heubeul siya ngadeg ratu di Pakwan saratus sapuluh taun. Heubeul siya adeg ratu di Pakwan Pajajaran pun. Telas sinurat bwana kapedem".

Dikutip dari buku "Melacak Sejarah Pakuan Pajajaran dan Prabu Siliwangi" dari Saleh Danasasmita, yang artinya datang ka Pakuan memerintah di kedaton Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati. Setelah semua diisi oleh para leluhur penyelang, yang menyelang memerintah Pakuan semasa ibu kota berada di Saunggalah oleh Rakeyan Darmasiksa.

Dari situ diperluas hingga selesai (kabwatan = kagawéan = selesai). Alkisah, lama Rakeyan Darmasiksa leluhur Prabu Siliwangi berkuasa di Pakuan kurang-lebih 110 tahun. Sangat lama beliau menjadi ratu di Pakuan Pajajaran! Selesai ditulis pada tahun 30 [brvana = 3; kapedem = 0]).

Yang perlu dicermati di sini yakni ada banyaknya bangunan keraton yang diisi oleh para raja sebelum Rakeyan Darmasiksa, setidaknya lebih dari satu.

Melihat namanya yang begitu panjang, agaknya sulit diterima apabila keraton hanya terdiri dari dua atau tiga bangunan saja. Di sini kita menghadapi lima nama yang berdiri sendiri, yakni Bima, Punta, Narayana, Madura, dan Suradipati.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!