Kisah Penjajah Belanda Penjarakan 2.800 Warga Yahudi Keturunan Jerman di Ngawi hingga Ambarawa
Jum'at, 09 Mei 2025 - 06:51 WIB
Hal itu diawali dengan kekalahan Belanda pada Perang Dunia Kedua berdampak signifikan termasuk ke Indonesia. Perang dunia yang berlangsung pada Mei 1940 itu pasukan Jerman menyerbu dan melancarkan serangan kilat dan bertempur selama empat hari yang membuat Kerajaan Belanda menyerah pada 15 Mei.
Sehari sebelumnya konon Ratu Belanda dan pemerintah kerajaan telah mengungsi dahulu meninggalkan negerinya ke London. Secara tidak terduga, Hindia Belanda harus berjuang sendirian. Amsterdam, dan Den Haag tidak lagi menjadi panggung politik yang menentukan perjalanan daerah koloni.
Baca juga: Kisah Perempuan Sakti Petapa Gua Pantai Selatan Berjuang Melawan Penjajah Belanda
Ancaman nyata terhadap Hindia Belanda adalah kemungkinan perluasan ekspansi sekutu Jerman di Asia, yaitu Jepang.
Di Batavia, Konsul Jenderal Jepang menghadap Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Tjarda van Starkenborgh-Stachouwer untuk menyampaikan, pernyataan ikut berbelasungkawa atas malapetaka yang menimpa Belanda. Di tengah ucapan simpati itu terselip beberapa usulan dan tekanan-tekanan.
Sehari sebelumnya konon Ratu Belanda dan pemerintah kerajaan telah mengungsi dahulu meninggalkan negerinya ke London. Secara tidak terduga, Hindia Belanda harus berjuang sendirian. Amsterdam, dan Den Haag tidak lagi menjadi panggung politik yang menentukan perjalanan daerah koloni.
Baca juga: Kisah Perempuan Sakti Petapa Gua Pantai Selatan Berjuang Melawan Penjajah Belanda
Ancaman nyata terhadap Hindia Belanda adalah kemungkinan perluasan ekspansi sekutu Jerman di Asia, yaitu Jepang.
Di Batavia, Konsul Jenderal Jepang menghadap Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Tjarda van Starkenborgh-Stachouwer untuk menyampaikan, pernyataan ikut berbelasungkawa atas malapetaka yang menimpa Belanda. Di tengah ucapan simpati itu terselip beberapa usulan dan tekanan-tekanan.
Lihat Juga :