Dokter di Malang Buka Suara, Beberkan Kronologi Tuduhan Pelecehan Seksual yang Menjeratnya

Rabu, 30 April 2025 - 19:01 WIB
"Kalau memang ada (memegang organ kewanitaan) kenapa tidak melakukan perlawanan, yang kedua apakah mungkin itu bisa terjadi dalam waktu singkat. Kan waktu pemeriksaannya langsung kurang lebih tidak sampai 5 menit," ujarnya.

Selain itu, pada hari kejadian, 27 September 2022, kliennya menjelaskan, ada satu orang laki-laki di dalam ruangan rawat inap, tempat di mana QAR dirawat inap. Namun AYP tak tahu siapa sebenarnya sosok laki-laki itu, apakah keluarga dari QAR, atau bukan.

Baca juga: Dokter Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Malang Diperiksa Polisi Pekan Depan

"Yang kedua pada saat klien kami masuk ke dalam ruangan, yang waktu itu diantar oleh salah satu perawat juga ada seorang laki-laki yang ada di dalam. Nggak tahu itu keluarga atau siapa, tapi ada di dalam ruangan itu," katanya.

"Cuma orang itu siapanya si pasien kita tidak tahu. Tapi orang itu fisiknya seperti apa wajahnya seperti apa itu sudah kita kantongi juga. Kita di sini menerangkan apa yang sebenarnya terjadi," tambahnya.

Menurutnya, apa yang disampaikan AYP adalah sebuah fakta. Bahkan kliennya menantang jika memang terbukti dirinya melakukan tindakan pelecehan seksual, harus dibuktikan dengan adanya bukti pendukung.

"Kita di sini menerangkan apa yang sebenarnya terjadi. Kita tidak merekayasa, tidak mengurangi, adapun kalau memang tidak detail itu karena peristiwanya lama, 2022. Jadi lebih bagus semuanya dibuka saja kan begitu semisal CCTV dan sebagainya," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!