Kisah Gunung Penanggungan Jadi Petunjuk Jalan Pedagang China ke Kerajaan Panjalu
Sabtu, 19 April 2025 - 06:56 WIB
Gunung Penanggungan menjadi penunjuk jalan bagi pedagang China untuk datang ke Kerajaan Panjalu. Foto/SindoNews
SEMARANG - Kerajaan Panjalu menjadi cikal bakal kerajaan besar Kediri kala itu yang berpatokan pada lokasi Gunung Penanggungan. Memang gunung ini sudah menjadi jejak penanda bagi pedagang - pedagang asal Cina, serta daerah lain di daratan Asia yang menuju ke Panjalu di abad 12.
Gunung ini konon terkenal suci di Pulau Jawa dan menjadi elemen penting kompas para pedagang. Konon larangan berlayar di Pulau Jawa pada abad 13, membuat pedagang Cina mengalihkan rutenya ke Panjalu, dan berpedoman ke Gunung Penanggungan ini.
Sebagai gantinya para pedagang Cina ini mengatakan mereka akan berlayar ke Sukitan, yang sebenarnya sama saja dengan Pulau Jawa. Alhasil para pedagang ini berhasil menipu pemerintah Kekaisaran Cina kala itu untuk menuju Pulau Jawa.
Baca juga: 5.000 Pasukan Kediri Tewas Akibat Serangan Mendadak Tartar Mongol dan Raden Wijaya
Kekayaan alam yang dimiliki Panjalu saat itu membuat pedagang Cina berdatangan. Belum lagi hasil bumi, keadaan negara, pemerintahan, dan rakyat Panjalu yang stabil jadi dorongan lainnya.
Prof. Slamet Muljana pada "Tafsir Sejarah Negarakretagama" mengutarakan para pedagang Cina ini berlabuh ke pelabuhan Yau-toung. Di belakang pelabuhan ada gunung terlalu tinggi bernama Pau-lau-an. Gunung itu mempunyai lima buah puncak yang selalu tertutup dengan kabut. Gunung itu dijadikan pedoman untuk perahu yang akan masuk pelabuhan.
Gunung ini konon terkenal suci di Pulau Jawa dan menjadi elemen penting kompas para pedagang. Konon larangan berlayar di Pulau Jawa pada abad 13, membuat pedagang Cina mengalihkan rutenya ke Panjalu, dan berpedoman ke Gunung Penanggungan ini.
Sebagai gantinya para pedagang Cina ini mengatakan mereka akan berlayar ke Sukitan, yang sebenarnya sama saja dengan Pulau Jawa. Alhasil para pedagang ini berhasil menipu pemerintah Kekaisaran Cina kala itu untuk menuju Pulau Jawa.
Baca juga: 5.000 Pasukan Kediri Tewas Akibat Serangan Mendadak Tartar Mongol dan Raden Wijaya
Kekayaan alam yang dimiliki Panjalu saat itu membuat pedagang Cina berdatangan. Belum lagi hasil bumi, keadaan negara, pemerintahan, dan rakyat Panjalu yang stabil jadi dorongan lainnya.
Prof. Slamet Muljana pada "Tafsir Sejarah Negarakretagama" mengutarakan para pedagang Cina ini berlabuh ke pelabuhan Yau-toung. Di belakang pelabuhan ada gunung terlalu tinggi bernama Pau-lau-an. Gunung itu mempunyai lima buah puncak yang selalu tertutup dengan kabut. Gunung itu dijadikan pedoman untuk perahu yang akan masuk pelabuhan.
Lihat Juga :