Kisah Pilu Pemuda Bekasi, Tewas usai Disiksa saat Bekerja Scamming di Kamboja
Jum'at, 18 April 2025 - 21:20 WIB
Subyantoro menunjukkan foto kakaknya, Ihwan Sahab warga warga Babelan, Kabupaten Bekasi yang tewas usai dianiaya sekelompok orang di Kamboja pada Senin (14/4/2025) lalu. Foto/iNews TV/Ahmad Jauhari Lutfi
BEKASI - Kisah pilu dialami Ihwan Sahab (27), pemuda warga warga Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang tewas usai dianiaya sekelompok orang di Kamboja pada Senin (14/4/2025) lalu. Dia tewas diduga karena mengalami penyiksaan oleh oknum perusahaan scamming atau penipuan tempat korban bekerja.
Adik korban, Subyantoro (23) menceritakan bahwa kabar duka itu ia terima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh. Korban sebelum tewas sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit usai dianiaya dan dibuang tanpa busana di jalan.
Baca juga: Cerita Mengerikan WNI Dipaksa Kerja di Judi Online Kamboja
“Itu dikabarin melalui susternya. Susternya menjelaskan kakak saya itu udah koma selama di rumah sakit 2 hari. Berarti masuk rumah sakit itu sekitar tanggal 28 Maret,” kata Subyantoro dikutip Jumat (18/4/2025).
Dia mengaku sempat berkomunikasi melalui panggilan video call kepada kakaknya ketika bangun dari koma. Dirinya pun terkejut melihat tubuh kakaknya penuh dengan luka.
“Banyak (luka), mata itu lebam. Terus di tangan banyak luka, di kaki, di badan, dan di bagian bokong itu kaya luka kebakar. Terus di bagian kepala itu dia pendarahan otak,” katanya.
Sang kakak bercerita bahwa dia mengalami penyiksaan ini karena tak mencapai target perusahaan. Saat itu korban disiksa selama dua hari, oleh 15 orang salah satunya adalah bos perusahaan tersebut, dan sisanya pekerjaan asal China dan Indonesia.
Adik korban, Subyantoro (23) menceritakan bahwa kabar duka itu ia terima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh. Korban sebelum tewas sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit usai dianiaya dan dibuang tanpa busana di jalan.
Baca juga: Cerita Mengerikan WNI Dipaksa Kerja di Judi Online Kamboja
“Itu dikabarin melalui susternya. Susternya menjelaskan kakak saya itu udah koma selama di rumah sakit 2 hari. Berarti masuk rumah sakit itu sekitar tanggal 28 Maret,” kata Subyantoro dikutip Jumat (18/4/2025).
Dia mengaku sempat berkomunikasi melalui panggilan video call kepada kakaknya ketika bangun dari koma. Dirinya pun terkejut melihat tubuh kakaknya penuh dengan luka.
“Banyak (luka), mata itu lebam. Terus di tangan banyak luka, di kaki, di badan, dan di bagian bokong itu kaya luka kebakar. Terus di bagian kepala itu dia pendarahan otak,” katanya.
Sang kakak bercerita bahwa dia mengalami penyiksaan ini karena tak mencapai target perusahaan. Saat itu korban disiksa selama dua hari, oleh 15 orang salah satunya adalah bos perusahaan tersebut, dan sisanya pekerjaan asal China dan Indonesia.