Filosofi Gelar Pendiri Majapahit Setelah Singkirkan Tentara Cina dari Pulau Jawa
Senin, 24 Maret 2025 - 07:18 WIB
Makna filosofis gelar Krtarajasa Jayawardhana ini dijumpai dalam Prasasti Balawi berangka 1305, yang berisikan Krta bermakna Sri Baginda Raden Wijaya memperbaiki seluruh Pulau Jawa dari kekacauan yang ditimbulkan oleh penjahat durjana, serta menjadikan rakyat berbahagia.
Dikisahkan pada "Pararaton Biografi Para Raja Singhasari - Majapahit" dikutip SindoNews, Senin (24/3/2025), gelar räjasa bermakna ia yang mengubah kegelapan menjadi terang-benderang, sedangkan ketenangan hanya didapat setelah mencapai kemenangan. Dia menghancurkan musuh di tempat tinggalnya, dan baru berhenti ketika musuh berhasil dilenyapkan.
Baca juga: Majapahit Taklukan Kerajaan Thailand Berujung Hubungan Erat Melayu dan Jawa
Berikutnya, kata Jaya bermakna ia yang mempunyai lambang kemenangan yang diteguhkan oleh para dewa berupa senjata berujung mata tiga. Dengan lambang kemenangan ini tentulah ia dapat mengalahkan musuh. Terakhir kata Wardhana bermakna Sri Baginda menghidupkan segala agama, selanjutnya melipatgandakan hasil bumi, sehingga rakyat pun bersuka-ria.
Selain Pararaton, naskah lain yang menyebut Raden Wijaya bergelar Sri Krtarajasa adalah Kidung Harsawijaya. Sedangkan Kidung Ranggalawe menyebut, Raden Wijaya memakai gelar penobatan Apañji Wijayakrama.
Dikisahkan pada "Pararaton Biografi Para Raja Singhasari - Majapahit" dikutip SindoNews, Senin (24/3/2025), gelar räjasa bermakna ia yang mengubah kegelapan menjadi terang-benderang, sedangkan ketenangan hanya didapat setelah mencapai kemenangan. Dia menghancurkan musuh di tempat tinggalnya, dan baru berhenti ketika musuh berhasil dilenyapkan.
Baca juga: Majapahit Taklukan Kerajaan Thailand Berujung Hubungan Erat Melayu dan Jawa
Berikutnya, kata Jaya bermakna ia yang mempunyai lambang kemenangan yang diteguhkan oleh para dewa berupa senjata berujung mata tiga. Dengan lambang kemenangan ini tentulah ia dapat mengalahkan musuh. Terakhir kata Wardhana bermakna Sri Baginda menghidupkan segala agama, selanjutnya melipatgandakan hasil bumi, sehingga rakyat pun bersuka-ria.
Selain Pararaton, naskah lain yang menyebut Raden Wijaya bergelar Sri Krtarajasa adalah Kidung Harsawijaya. Sedangkan Kidung Ranggalawe menyebut, Raden Wijaya memakai gelar penobatan Apañji Wijayakrama.
(cip)
Lihat Juga :