Dewi Andong Sari, Sosok Ibunda Gajah Mada yang Jarang Diketahui
Kamis, 20 Maret 2025 - 09:09 WIB
Dewi Andong Sari saat hendak turun dari bukit menitipkan bayinya pada dua hewan peliharaan yang selama ini menemaninya, yaitu seekor kucing bernama condromowo dan seekor musang putih. Dua hewan ini melawan seekor ular besar yang hendak memangsa bayi Dewi Andong Sari, hingga mulut mereka berlumuran darah.
Tetapi, Dewi Andong Sari yang baru tiba dari mandi di sendang bawah bukit, justru mengira peliharaannya tersebut telah memakan si bayi. Padahal, bayi tersebut masih hidup dan tersembunyi di balik dedaunan.
Lalu, Dewi Andong Sari bunuh diri di Gunung Ratu. Dirinya merasa bersalah telah membunuh kucing condromowo dan musang putih. Ki Gede Sidowayah seorang pamong desa saat itu yang menemukan bayi Dewi Andong Sari.
Ia juga yang mengubur jenazah wanita cantik itu, kucing, dan musang yang telah mati. Bayi Dewi Andong Sari kemudian dititipkan oleh Ki Gede Sidowayah kepada adik perempuannya, yakni Janda Wara Wuri, di Modo.
Anak Dewi Andong Sari itu kemudian dijuluki Joko Modo (seorang jejaka yang berasal dari Modo). Ketika menginjak dewasa, Joko Modo dibawa Ki Gede Sidowayah ke Malang untuk menjadi seorang prajurit Majapahit.
Siapa sangka, dia berhasil menjadi mahapatih dengan nama Gajah Mada. Kompleks makam Dewi Andong Sari terlihat rapi setelah dipugar. Ada dua tempat semacam pendopo kecil untuk beristirahat pengunjung.
Tetapi, Dewi Andong Sari yang baru tiba dari mandi di sendang bawah bukit, justru mengira peliharaannya tersebut telah memakan si bayi. Padahal, bayi tersebut masih hidup dan tersembunyi di balik dedaunan.
Lalu, Dewi Andong Sari bunuh diri di Gunung Ratu. Dirinya merasa bersalah telah membunuh kucing condromowo dan musang putih. Ki Gede Sidowayah seorang pamong desa saat itu yang menemukan bayi Dewi Andong Sari.
Ia juga yang mengubur jenazah wanita cantik itu, kucing, dan musang yang telah mati. Bayi Dewi Andong Sari kemudian dititipkan oleh Ki Gede Sidowayah kepada adik perempuannya, yakni Janda Wara Wuri, di Modo.
Anak Dewi Andong Sari itu kemudian dijuluki Joko Modo (seorang jejaka yang berasal dari Modo). Ketika menginjak dewasa, Joko Modo dibawa Ki Gede Sidowayah ke Malang untuk menjadi seorang prajurit Majapahit.
Siapa sangka, dia berhasil menjadi mahapatih dengan nama Gajah Mada. Kompleks makam Dewi Andong Sari terlihat rapi setelah dipugar. Ada dua tempat semacam pendopo kecil untuk beristirahat pengunjung.
Lihat Juga :