Wacana Perubahan Status Jadi Domestik, Ini Kata Executive GM Bandara Husein
Jum'at, 04 September 2020 - 11:27 WIB
Seperti diketahui, wacana mengenai perubahan status bandara tertuang lewat surat bernomor AU.003/1/8/DRJU.DBU-2020 yang ditujukan ke Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi. Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto R.
Sebelumnya, wacana pengurangan bandara internasional pernah diutarakan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut dia, bandara internasional di Indonesia saat ini terlalu banyak. Berdasarkan catatan, terdapat 30 bandara internasional di seluruh Indonesia.
"Arahan presiden sudah jelas. Saya melihat bahwa airline hub kita terlalu banyak, 30 landasan internasional, kenapa harus 30," ujar Luhut dalam sebuah webinar katanya dalam diskusi transportasi untuk merajut keberagaman secara virtual, Jumat (14/8).
Wacana ini pun mendapat respon dari para pelaku usaha wisata di Bandung Raya. Mereka menilai perubahan status Bandara Husein Sastranegara dari internasional menjadi domestik akan mematikan industri wisata di Bandung Raya.
Sebab, selama ini, para pelancong dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Daarussalam berkunjung ke Kota Bandung untuk berbelanja dan wisata. Mereka bisa langsung datang ke Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara.
Sebelumnya, wacana pengurangan bandara internasional pernah diutarakan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut dia, bandara internasional di Indonesia saat ini terlalu banyak. Berdasarkan catatan, terdapat 30 bandara internasional di seluruh Indonesia.
"Arahan presiden sudah jelas. Saya melihat bahwa airline hub kita terlalu banyak, 30 landasan internasional, kenapa harus 30," ujar Luhut dalam sebuah webinar katanya dalam diskusi transportasi untuk merajut keberagaman secara virtual, Jumat (14/8).
Wacana ini pun mendapat respon dari para pelaku usaha wisata di Bandung Raya. Mereka menilai perubahan status Bandara Husein Sastranegara dari internasional menjadi domestik akan mematikan industri wisata di Bandung Raya.
Sebab, selama ini, para pelancong dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Daarussalam berkunjung ke Kota Bandung untuk berbelanja dan wisata. Mereka bisa langsung datang ke Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara.
(awd)
Lihat Juga :