Jabar Luncurkan Stungta, Incinerator Pemusnah Sampah Tanpa Asap
Jum'at, 04 September 2020 - 09:16 WIB
"Sudah (dapat sertifikat ramah lingkungan) dan bekerja sama dengan Pindad, sehingga bisa mengelola sampah sekitar dua ton per hari," kata Kang Emil dalam peluncuran Stungta di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Kamis (3/9/2020).
Dengan kemampuan memusnahkan hampir segala jenis sampah, Stungta dapat digunakan untuk memusnahkan sampah yang tidak memiliki nilai untuk didaur ulang (recycle).
"Jadi, kalau ada 100 persen sampah, 10 sampai 20 persennya oleh bank sampah dikelola menjadi uang. Kemudian, 40 sampai 50 persennya didaur ulang menjadi pupuk dan sebagainya. Nah, sisanya yang tidak ada value recycle sama sekali, masuklah ke mesin Stungta," ujar Kang Emil.
Gubernur berharap, Stungta bisa diproduksi lebih banyak, agar bisa disebarkan ke berbagai lokasi di Jabar, sehingga pengendalian sampah bisa dilakukan lebih baik dan terukur.
Direktur Hejotekno Betha Kurniawan mengatakan, Stungta merupakan wujud nyata inovasi hasil karya anak bangsa untuk menangani salah satu masalah lingkungan, yaitu sampah.
Dengan kemampuan memusnahkan hampir segala jenis sampah, Stungta dapat digunakan untuk memusnahkan sampah yang tidak memiliki nilai untuk didaur ulang (recycle).
"Jadi, kalau ada 100 persen sampah, 10 sampai 20 persennya oleh bank sampah dikelola menjadi uang. Kemudian, 40 sampai 50 persennya didaur ulang menjadi pupuk dan sebagainya. Nah, sisanya yang tidak ada value recycle sama sekali, masuklah ke mesin Stungta," ujar Kang Emil.
Gubernur berharap, Stungta bisa diproduksi lebih banyak, agar bisa disebarkan ke berbagai lokasi di Jabar, sehingga pengendalian sampah bisa dilakukan lebih baik dan terukur.
Direktur Hejotekno Betha Kurniawan mengatakan, Stungta merupakan wujud nyata inovasi hasil karya anak bangsa untuk menangani salah satu masalah lingkungan, yaitu sampah.
Lihat Juga :