Keterlaluan, Lima Handphone Santri untuk Belajar Daring Dicuri
Jum'at, 04 September 2020 - 08:27 WIB
Isal merupakan warga Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Ia mengontrak rumah di Dukuh Tambor, Desa Nyamok, Kajen, Kabupaten Pekalongan. Sehari-hari, ia bekerja sebagai kuli batu.
(Baca juga: Dimutasi Jadi Staf Kecamatan, ASN Gugat Walikota Probolinggo )
Untuk mebobol kotak amal, Isal menggunakan setrika milik santri. Ia memecah salah satu sisi kaca kotak amal itu. Lalu mengambil seluruh uang senilai Rp 1 juta 50 ribu. "Sebagian uang sudah saya belanjakan beras dan kebutuhan rumah tangga lainnya," bebernya.
Usai salat subuh dan mengaji, beberapa santri yang bertugas menjaga ruangan itu kembali. Mereka kaget mendapati kotak amal telah pecah. Lantas mereka melaporkan kejadian itu ke Polsek Kajen.
Kapolsek Kajen Iptu Isnovin mengungkapkan, menerima laporan itu pihaknya langsung bergerak ke TKP. Dari hasil penyelidikan, ditemukan bercak darah di sekitar kotak amal. Pihaknya juga mendapatkan bukti rekaman dari CCTV apotik depan TKP.
(Baca juga: Dimutasi Jadi Staf Kecamatan, ASN Gugat Walikota Probolinggo )
Untuk mebobol kotak amal, Isal menggunakan setrika milik santri. Ia memecah salah satu sisi kaca kotak amal itu. Lalu mengambil seluruh uang senilai Rp 1 juta 50 ribu. "Sebagian uang sudah saya belanjakan beras dan kebutuhan rumah tangga lainnya," bebernya.
Usai salat subuh dan mengaji, beberapa santri yang bertugas menjaga ruangan itu kembali. Mereka kaget mendapati kotak amal telah pecah. Lantas mereka melaporkan kejadian itu ke Polsek Kajen.
Kapolsek Kajen Iptu Isnovin mengungkapkan, menerima laporan itu pihaknya langsung bergerak ke TKP. Dari hasil penyelidikan, ditemukan bercak darah di sekitar kotak amal. Pihaknya juga mendapatkan bukti rekaman dari CCTV apotik depan TKP.
Lihat Juga :