Kisah Pemberontakan Mengerikan di Awal Kertanegara Jadi Raja Singasari
Rabu, 12 Februari 2025 - 06:18 WIB
Tetapi baik dari Negarakertagama, Pararaton, maupun Panji Wijayakrama, didapati pemberitaan peristiwa yang sama. Namun nama pemberontaknya agak berbeda. Di Kakawin Pararaton, pemberontakan Kalana Bhaya disebutkan dapat ditumpas Kertanegara di awal masa pemerintahannya.
Bunyi kalimatnya yakni Sapanyeneng cri Kertanegara angilangaken kalana aran Bhaya. Huwus ing kalana mati, angutus ing kawula nira, andona maring Melayu. Artinya Ketika baru saja naik tahta, Raja Kertanegara menyirnakan penjahat bernama Bhaya. Setelah penjahat mati dia mengirim orang atau tentara ke negeri Melayu. Namun pada kitab Negarakertagama penjahat itu tidak bernama Bhaya, tetapi Caya Raja atau Cayaraja. Konon pemberontakan ini terjadi pada tahun Saka 1192 atau 1280 Masehi.
Baca juga: 3 Jimat Ampuh Jenderal Soedirman saat Pimpin Perang Gerilya Melawan Belanda dengan Satu Paru-paru
Sementara pada Kidung Panji Wijayakrama, pemberitaan tentang penjahat Bhaya juga disebutkan tepat sebelum pengiriman tentara Singasari ke negeri Melayu. Namun namanya bukan Bhaya melainkan Bhayangkara. Demikian pada hakikatnya tidak terdapat selisih pendapat antara ketiga sumber sejarah itu tentang adanya peristiwa sejarah yang bersangkutan. Yang berbeda adalah nama pemberontaknya, namun nama-nama itu hampir sama bunyinya terutama nama Bhaya dan Bhayangkara.
Ketiga sumber sejarah itu saling mengisi, Negarakertagama menambahkan tarikh tahun terjadinya peristiwa. Kidung Panji Wijayakrama mengulur nama itu menjadi Bhayangkara, dan menempatkan berita itu tepat pada akhir berita tentang berhentinya Patih Raganata dari jabatannya.
Bunyi kalimatnya yakni Sapanyeneng cri Kertanegara angilangaken kalana aran Bhaya. Huwus ing kalana mati, angutus ing kawula nira, andona maring Melayu. Artinya Ketika baru saja naik tahta, Raja Kertanegara menyirnakan penjahat bernama Bhaya. Setelah penjahat mati dia mengirim orang atau tentara ke negeri Melayu. Namun pada kitab Negarakertagama penjahat itu tidak bernama Bhaya, tetapi Caya Raja atau Cayaraja. Konon pemberontakan ini terjadi pada tahun Saka 1192 atau 1280 Masehi.
Baca juga: 3 Jimat Ampuh Jenderal Soedirman saat Pimpin Perang Gerilya Melawan Belanda dengan Satu Paru-paru
Sementara pada Kidung Panji Wijayakrama, pemberitaan tentang penjahat Bhaya juga disebutkan tepat sebelum pengiriman tentara Singasari ke negeri Melayu. Namun namanya bukan Bhaya melainkan Bhayangkara. Demikian pada hakikatnya tidak terdapat selisih pendapat antara ketiga sumber sejarah itu tentang adanya peristiwa sejarah yang bersangkutan. Yang berbeda adalah nama pemberontaknya, namun nama-nama itu hampir sama bunyinya terutama nama Bhaya dan Bhayangkara.
Ketiga sumber sejarah itu saling mengisi, Negarakertagama menambahkan tarikh tahun terjadinya peristiwa. Kidung Panji Wijayakrama mengulur nama itu menjadi Bhayangkara, dan menempatkan berita itu tepat pada akhir berita tentang berhentinya Patih Raganata dari jabatannya.
(abd)
Lihat Juga :