Kisah Pertempuran Sengit Pattimura Hadapi Perwira Belanda yang Pernah Melawan Pasukan Napoleon
Kamis, 30 Januari 2025 - 09:58 WIB
Dikisahkan dari "Sejarah Nasional Indonesia IV: Kemunculan Penjajahan di Indonesia", pulau-pulau di sekitar Saparua diterkam Buyskes terlebih dahulu dengan pasukan yang sedemikian besar dan ditunjang kapal perang serta benteng yang terkenal dengan meriamnya. Pertempuran di Hitu dipimpin Mayor Meyer.
Kapitan Ulupaha yang ditunjuk Pattimura terpaksa mundur bersama pasukannya ke Seram dan bertahan di bekas benteng Belanda di Luhu. Baru pada Januari, dia terdesak dari sana bersama sekitar 400 orang pasukannya dan bertahan di hutan-hutan sagu di utara Luhu.
Suatu penyerbuan Belanda yang diperkuat pasukan dari Manipa dan Boano memaksa pasukan Kapitan Ulupaha mundur lagi.
Kapitan Seit yang uzur dan senantiasa dipikul dengan kursi oleh pengikutnya tertinggal ketika pasukannya dikejar musuh dan akhirnya tertangkap.
Usai Hitu diduduki, pasukan Buyskes dengan komandan operasi Mayor Meyer diseberangkan ke Haruku. Dengan lindungan meriam dari kapal perang dan benteng Zeelandia, pasukannya menuju pusat pertahanan di Haruku yaitu Desa Islam Pelau. Pasukan Haruku terpaksa mundur ke hutan.
Kapitan Ulupaha yang ditunjuk Pattimura terpaksa mundur bersama pasukannya ke Seram dan bertahan di bekas benteng Belanda di Luhu. Baru pada Januari, dia terdesak dari sana bersama sekitar 400 orang pasukannya dan bertahan di hutan-hutan sagu di utara Luhu.
Suatu penyerbuan Belanda yang diperkuat pasukan dari Manipa dan Boano memaksa pasukan Kapitan Ulupaha mundur lagi.
Kapitan Seit yang uzur dan senantiasa dipikul dengan kursi oleh pengikutnya tertinggal ketika pasukannya dikejar musuh dan akhirnya tertangkap.
Usai Hitu diduduki, pasukan Buyskes dengan komandan operasi Mayor Meyer diseberangkan ke Haruku. Dengan lindungan meriam dari kapal perang dan benteng Zeelandia, pasukannya menuju pusat pertahanan di Haruku yaitu Desa Islam Pelau. Pasukan Haruku terpaksa mundur ke hutan.
Lihat Juga :