Angka COVID-19 Terkecil Se-Jatim, Begini Penjelasan Bupati Madiun
Rabu, 02 September 2020 - 16:25 WIB
Bupati Madiun, Ahmad Dawami menjelaskan, rendahnya warga Kabupaten Madiun yang terkonfirmasi COVID-19 se-Jatim karena tingginya peran serta masyarakat dalam memeranginya bersama sama pemerintah daerah, TNI Polri, dan tokoh agama.
"Alhamdulillah, Kabupaten Madiun tercatat sebagai daerah dengan angka terkecil positif COVID-19 se-Jatim. Ini semua bukan hanya peran pemerintah daerah bersama Forkopimda, tetapi juga karena tingginya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Sehingga angka penularannya bisa diminimalisir," ujarnya Rabu sore (02/ 09/2020)
Meski jumlah warga Kabupaten Madiun yang positif COVID-19 terkecil se-Jatim, Ahmad Dawami mewanti-wanti warganya agar tidak lengah, apalagi muncul euforia berlebihan. Pihaknya mengimbau warga agar tetap melaksanakan protokol kesehatan, mulai mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak dalam interaksi sosial.
"Meski di Kabupaten Madiun terkecil se-Jawa Timur masyarakat tidak boleh lengah dan harus tetap waspada. Apalagi ada euforia berlebihan dan menganggap COVID-19 ini sudah hilang sehingga abai akan protokol kesehatan, itu tidak boleh dan jangan sampai terjadi. Alasannya karena belum bisa dipastikan kapan wabah ini akan berakhir, sehingga protokol kesehatan tetap menjadi kebutuhan bagi warga, bukan lagi imbauan atau perintah," tegasnya.
"Alhamdulillah, Kabupaten Madiun tercatat sebagai daerah dengan angka terkecil positif COVID-19 se-Jatim. Ini semua bukan hanya peran pemerintah daerah bersama Forkopimda, tetapi juga karena tingginya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Sehingga angka penularannya bisa diminimalisir," ujarnya Rabu sore (02/ 09/2020)
Meski jumlah warga Kabupaten Madiun yang positif COVID-19 terkecil se-Jatim, Ahmad Dawami mewanti-wanti warganya agar tidak lengah, apalagi muncul euforia berlebihan. Pihaknya mengimbau warga agar tetap melaksanakan protokol kesehatan, mulai mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak dalam interaksi sosial.
"Meski di Kabupaten Madiun terkecil se-Jawa Timur masyarakat tidak boleh lengah dan harus tetap waspada. Apalagi ada euforia berlebihan dan menganggap COVID-19 ini sudah hilang sehingga abai akan protokol kesehatan, itu tidak boleh dan jangan sampai terjadi. Alasannya karena belum bisa dipastikan kapan wabah ini akan berakhir, sehingga protokol kesehatan tetap menjadi kebutuhan bagi warga, bukan lagi imbauan atau perintah," tegasnya.
(shf)
Lihat Juga :