Prof Nanat Fatah Natsir, Mantan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Meninggal Dunia
Kamis, 02 Januari 2025 - 09:35 WIB
"Iya betul (Prof Nanat Fatah Natsir meninggal dunia). Almarhum dimakamkan di TPU Ciburuy," kata Prof Dindin Solahudin.
Baca juga: 10 PTKIN Terbaik di Indonesia Versi Webometrics Juli 2024, UIN Jakarta Nomor Berapa?
Dikutip dari laman uinsgd, almarhum Prof Nanat Fatah Natsir meninggal dunia di usia 70 tahun. Almarhum lahir di Garut 11 Desember 1954.
Almarhum Prof Nanat meninggalkan istri Ade Aisyah dan empat putra-putri, yaitu, Ifa Latifah, Mohammad Iqbal, Fitriyyah, dan Ilham Akbar.
Prof Nanat merupakan sosok penting dalam merintis peralihan status perguruan tinggi Islam tersebut, dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN SGD Bandung. Setelah berubah status menjadi universitas, Prof Nanat juga berperan besar dalam pengembangan UIN SGD Bandung.
Prof Nanat dikenal dengan konsep “paradigma wahyu memandu ilmu”. Dalam upaya integrasi ilmu agama dan ilmu umum UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Nanat mengilustrasikannya dalam filosofi atau metafora roda.
Prof Nanat mengilustrasikan filosofi roda sebagai titik-titik persentuhan antara ilmu dan agama. Artinya, pada titik-titik persentuhan itu, manusia dapat membangun dan mengintegrasikan keduanya.
Baca juga: 10 PTKIN Terbaik di Indonesia Versi Webometrics Juli 2024, UIN Jakarta Nomor Berapa?
Dikutip dari laman uinsgd, almarhum Prof Nanat Fatah Natsir meninggal dunia di usia 70 tahun. Almarhum lahir di Garut 11 Desember 1954.
Almarhum Prof Nanat meninggalkan istri Ade Aisyah dan empat putra-putri, yaitu, Ifa Latifah, Mohammad Iqbal, Fitriyyah, dan Ilham Akbar.
Prof Nanat merupakan sosok penting dalam merintis peralihan status perguruan tinggi Islam tersebut, dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN SGD Bandung. Setelah berubah status menjadi universitas, Prof Nanat juga berperan besar dalam pengembangan UIN SGD Bandung.
Prof Nanat dikenal dengan konsep “paradigma wahyu memandu ilmu”. Dalam upaya integrasi ilmu agama dan ilmu umum UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Nanat mengilustrasikannya dalam filosofi atau metafora roda.
Prof Nanat mengilustrasikan filosofi roda sebagai titik-titik persentuhan antara ilmu dan agama. Artinya, pada titik-titik persentuhan itu, manusia dapat membangun dan mengintegrasikan keduanya.
Lihat Juga :