Mengenal Ekspedisi Hongi yang Buat Pattimura dan Rakyat Maluku Melawan Belanda

Sabtu, 28 Desember 2024 - 09:35 WIB
Masyarakat negeri di pantai Kepulauan Ambon-Uliase mendapat hak atas tanah (dati) untuk perkebunan-perkebunan cengkeh di samping tanah-tanah pusaka milik keluarga masing-masing.

Dikutip dari "Sejarah Nasional Indonesia IV: Kemunculan Penjajahan di Indonesia", hasil cengkeh setiap dati dijual kepada VOC dengan harga tertentu, sedangkan hasil tanah pusaka berupa bahan makanan dipakai oleh keluarga (famili) yang mengerjakannya.

Masyarakat Maluku Tengah pun dibuat kesal oleh VOC saat melakukan ekspedisi Hongi. Pasalnya, ekspedisi ini justru banyak menjadi tragedi sejarah yang menimpa masyarakat Maluku.

Ekspedisi Hongi terdiri atas perahu kora-kora (perahu perang) milik masing- masing negeri di kepulauan Ambon-Uliase untuk mengawasi Pulau-pulau Seram, Buru, Manipa, dan lain-lain yang dilarang menghasilkan cengkeh.

Setiap pohon cengkeh di pulau-pulau tersebut ditebang oleh serdadu VOC yang kemudian diangkut armada kora-kora. Selama berlangsungnya ekspedisi itu, banyak pemuda negeri yang menjadi pendayung kora-kora meninggal karena kekurangan makanan atau dibunuh musuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!