Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Sebut Kasus HIV/AIDS Terjadi Penurunan pada 2024

Senin, 23 Desember 2024 - 11:46 WIB
“Penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif masyarakat, untuk memutus rantai penyebaran HIV/AIDS,” ujar Iwan, Senin (23/12/2024).

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah deteksi dini melalui pengetesan pada kelompok populasi kunci, seperti ibu hamil dan individu yang berisiko tinggi. Deteksi dini memungkinkan penderita mendapatkan akses cepat ke layanan kesehatan yang tersedia.

Baca juga: Hari AIDS Sedunia, Masyarakat Diminta Lebih Peduli Kesehatan

Hingga saat ini, terdapat 384 fasilitas kesehatan di Jawa Barat, termasuk rumah sakit dan puskesmas, yang memberikan layanan pengobatan HIV/AIDS. Selain itu, seluruh fasilitas ini menyediakan tes HIV secara gratis bagi masyarakat. Pemerintah juga mendistribusikan obat antiretroviral (ARV) tanpa biaya melalui program nasional.

“Data dari tes digunakan untuk menentukan langkah penanganan dan pengobatan lebih lanjut, sehingga layanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal,” kata Iwan.

Edukasi menjadi salah satu pilar utama dalam mitigasi HIV/AIDS di Jawa Barat. Kampanye terus digalakkan di sekolah, kampus, tempat kerja, dan komunitas untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara penularan HIV, pentingnya perlindungan diri, serta pengurangan stigma terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!