Pameran Seni Digelar di Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali
Sabtu, 14 Desember 2024 - 08:22 WIB
Pameran ini menampilkan hasil karya dari 12 seniman visioner dari berbagai negara dan komunitas pulau, termasuk Citra Sasmita (Bali, Indonesia), Mariam Alnoaimi (Bahrain), Ragnar Axelsson (Islandia), Carlos Esteves (Kuba), David Gumbs (Martinique), Katie Holton (Irlandia), Sid Natividad (Filipina), Donna Ong (Singapura), Gayan Prageeth (Sri Lanka), Alexis Rockman (AS), Abigail Romanchak (Hawaii), dan Michael Tuffery (Selandia Baru).
Setiap karya menyampaikan narasi yang mendalam dan personal, menginspirasi refleksi global serta aksi nyata yang mendukung keberlanjutan.
"Melalui Constellations H20, setiap seniman menawarkan perspektif yang sangat personal mengenai kebutuhan mendesak akan kerja sama global dan perubahan kebijakan untuk menghadapi isu-isu kritis seperti keseimbangan lingkungan, kenaikan permukaan laut, polusi plastic di lautan, serta pentingnya untuk kita kembali pada nilai-nilai kemanusiaan dan empati," ujar Kurator Lance Fung, dikutip Sabtu (14/2024).
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus AM Hendropriyono Ketemu Mantan Musuh Bebuyutan Bong Kee Chok saat Reuni
Pameran seni ini bertujuan untuk menjembatani perbedaan sosial, ekologis, dan spiritual, menyatukan dalam keragaman untuk menghadapi tantangan berat ini dan mengambil tindakan nyata untuk keberlanjutan.
Setiap karya menyampaikan narasi yang mendalam dan personal, menginspirasi refleksi global serta aksi nyata yang mendukung keberlanjutan.
"Melalui Constellations H20, setiap seniman menawarkan perspektif yang sangat personal mengenai kebutuhan mendesak akan kerja sama global dan perubahan kebijakan untuk menghadapi isu-isu kritis seperti keseimbangan lingkungan, kenaikan permukaan laut, polusi plastic di lautan, serta pentingnya untuk kita kembali pada nilai-nilai kemanusiaan dan empati," ujar Kurator Lance Fung, dikutip Sabtu (14/2024).
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus AM Hendropriyono Ketemu Mantan Musuh Bebuyutan Bong Kee Chok saat Reuni
Pameran seni ini bertujuan untuk menjembatani perbedaan sosial, ekologis, dan spiritual, menyatukan dalam keragaman untuk menghadapi tantangan berat ini dan mengambil tindakan nyata untuk keberlanjutan.
Lihat Juga :