IPB, Ewindo, SLB G YBMU Baleendah Ajarkan Pertanian Inklusif Siswa Disabilitas
Kamis, 12 Desember 2024 - 16:42 WIB
“Setiap siswa dan siswi punya hak sama untuk bertani dan berkarya sama seperti kita. Kerja sama kami dengan Ewindo sudah berlangsung kurang lebih tiga tahun. Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan Ewindo yang menghadirkan program ini di sekolah kami,” kata Kepala SLB G YBMU Baleendah Gaos Haeruman.
“Urban farming kit Easy Grow menjadi solusi praktis bagi siswa kami yang menggunakan kursi roda, sehingga mereka dapat ikut aktif dalam kegiatan pertanian. Ini adalah langkah maju meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan bahkan potensi kewirausahaan mereka di masa depan,” ujarnya.
Melalui keterampilan agrikultur, SLB G YBMU Baleendah juga mengembangkan bidang kewirausahaan melalui produksi Teh Bunga Telang memberikan peluang tambahan bagi siswa untuk mengasah keterampilan ekonomi.
Solusi inovatif dari hasil kolaborasi antara industri dan akademia serta pelatihan di bidang pertanian ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi siswa berkebutuhan khusus.
Pihak IPB yang terlibat dalam pengembangan Easy Grow juga mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja sama ini.
“Melalui program Capstone, mahasiswa kami belajar memahami kebutuhan nyata di masyarakat, termasuk tantangan yang dihadapi teman-teman disabilitas. Dengan konsep raised bed gardening, atau ruang tumbuh yang ditinggikan dengan penutup pada sisi-sisinya yang ramah bagi pengguna kursi roda, Easy Grow adalah wujud nyata dari kolaborasi menghubungkan inovasi teknologi dengan kebermanfaatan sosial,” ujar Kepala Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Burhanuddin.
“Urban farming kit Easy Grow menjadi solusi praktis bagi siswa kami yang menggunakan kursi roda, sehingga mereka dapat ikut aktif dalam kegiatan pertanian. Ini adalah langkah maju meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan bahkan potensi kewirausahaan mereka di masa depan,” ujarnya.
Melalui keterampilan agrikultur, SLB G YBMU Baleendah juga mengembangkan bidang kewirausahaan melalui produksi Teh Bunga Telang memberikan peluang tambahan bagi siswa untuk mengasah keterampilan ekonomi.
Solusi inovatif dari hasil kolaborasi antara industri dan akademia serta pelatihan di bidang pertanian ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi siswa berkebutuhan khusus.
Pihak IPB yang terlibat dalam pengembangan Easy Grow juga mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja sama ini.
“Melalui program Capstone, mahasiswa kami belajar memahami kebutuhan nyata di masyarakat, termasuk tantangan yang dihadapi teman-teman disabilitas. Dengan konsep raised bed gardening, atau ruang tumbuh yang ditinggikan dengan penutup pada sisi-sisinya yang ramah bagi pengguna kursi roda, Easy Grow adalah wujud nyata dari kolaborasi menghubungkan inovasi teknologi dengan kebermanfaatan sosial,” ujar Kepala Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Burhanuddin.
Lihat Juga :