Garda Bangsa Minta Ridwan Kamil Bentuk Program Padat Karya Lingkungan
Senin, 31 Agustus 2020 - 21:02 WIB
"Alam kajaga, rakyat bagja, nu usaha aya kaboga (alam terjaga, rakyat bahagia, yang bekerja sejahtera) sesuai dengan visi Jabar Juara Lahir Bathin," tegasnya. (Baca: Ini Program-Program Ridwan Kamil untuk Membangun Desa )
Dia juga mengatakan, jika program tersebut dikelola warga hingga lingkungan hidup berubah menjadi nyaman karena banyaknya pohon yang ditanam dan dirawat warga, aliran sungai terjaga bersih, maka alam Jabar akan dirasakan manfaatnya untuk kehidupan warga, khususnya di era new normal saat ini.
"Inilah kebijakan yang sesuai dengan misi politik Garda Bangsa sebagai pengamalan Islam rahmatanlilalamin melalui kebijakan Bapak Gubernur Ridwan Kamil yang kami dukung terus untuk berperan dalam mengemban amanah pemerintahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini," papar Heri.
Lebih jauh Heri mengatakan, sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak sekaligus sebagai daerah penyangga ibu kota, Jabar mengalami berbagai masalah akibat pandemi COVID-19. Selain sedang berusaha menangani penyebaran COVID-19, Jabar juga telah mengalami kontraksi ekonomi yang mencapai minus 5,98.
"Sehingga, jika tidak ada penanganan yang tepat, efektif, dan efisen, maka bukan tidak mungkin Jawa Barat akan mengalami resesi atau bahkan depresi ekonomi," katanya. (Baca: Jabar Kembali Rekrut 330 Milenial Jadi Patriot Desa 2020 )
Dia juga mengatakan, jika program tersebut dikelola warga hingga lingkungan hidup berubah menjadi nyaman karena banyaknya pohon yang ditanam dan dirawat warga, aliran sungai terjaga bersih, maka alam Jabar akan dirasakan manfaatnya untuk kehidupan warga, khususnya di era new normal saat ini.
"Inilah kebijakan yang sesuai dengan misi politik Garda Bangsa sebagai pengamalan Islam rahmatanlilalamin melalui kebijakan Bapak Gubernur Ridwan Kamil yang kami dukung terus untuk berperan dalam mengemban amanah pemerintahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini," papar Heri.
Lebih jauh Heri mengatakan, sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak sekaligus sebagai daerah penyangga ibu kota, Jabar mengalami berbagai masalah akibat pandemi COVID-19. Selain sedang berusaha menangani penyebaran COVID-19, Jabar juga telah mengalami kontraksi ekonomi yang mencapai minus 5,98.
"Sehingga, jika tidak ada penanganan yang tepat, efektif, dan efisen, maka bukan tidak mungkin Jawa Barat akan mengalami resesi atau bahkan depresi ekonomi," katanya. (Baca: Jabar Kembali Rekrut 330 Milenial Jadi Patriot Desa 2020 )
Lihat Juga :