Korupsi Dana Hibah, Kejari Pringsewu Tahan Bendahara dan Sekretaris LPTQ
Senin, 02 Desember 2024 - 20:00 WIB
“Kerugiannya berdasarkan hasil penghitungan kerugian keuangan negara dari kantor akuntan publik sebesar Rp584 juta,” kata Wisnu kepada awak media, Senin (2/12/2024).
Kejari Pringsewu menahan kedua tersangka selama 20 hari dimulai hari ini hingga 21 Desember 2024 di Rumah Tahanan Negara sesuai ketentuan Pasal 21 Juncto Pasal 24 KUHAP. Adapun modus operandi yang dilakukan kedua tersangka mencakup pembuatan laporan kegiatan fiktif dan mark-up anggaran pada sejumlah kegiatan yang dibiayai dengan dana hibah.
Berdasarkan audit akuntan publik Chaeroni and Rekan, tindakan tersebut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp584.464.163. Kedua tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) Juncto Pasal 18, dan subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Kejari Pringsewu menahan kedua tersangka selama 20 hari dimulai hari ini hingga 21 Desember 2024 di Rumah Tahanan Negara sesuai ketentuan Pasal 21 Juncto Pasal 24 KUHAP. Adapun modus operandi yang dilakukan kedua tersangka mencakup pembuatan laporan kegiatan fiktif dan mark-up anggaran pada sejumlah kegiatan yang dibiayai dengan dana hibah.
Berdasarkan audit akuntan publik Chaeroni and Rekan, tindakan tersebut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp584.464.163. Kedua tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) Juncto Pasal 18, dan subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
(rca)
Lihat Juga :