Jagoan PKS Tumbang di Depok versi Quick Count, Kekuasan 20 Tahun Berakhir?

Kamis, 28 November 2024 - 11:36 WIB
Pada Pilkada 2010, PKS mengajukan Kembali Nur Mahmudi yang berpasangan gan Mohammad Idris. Duet ini meraih 61% suara mengalahkan kandidat lainnya, yakni Badrul yang meraih 26,31% dan Yuyun yang mendapatkan 22%.

PKS kembali memenangkan Pilkada 2015. Kali ini mengusung Mohammad Idris yang berpasangan dengan politikus Partai Gerindra Pradi Supriatna. Pasangan yang diusung PKS, Gerindra, PBB, dan Partai Demokrat itu meraih 61,9% mengalahkan Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaimi yang diusung PDIP, Partai Golkar, PAN, PPP, PKB, dan Partai Nasdem. Dimas-Babai hanya mendapatkan 38% suara.

Pada Pilkada 2020, PKS kembali mengusung Mohammad Idris. PKS berkoalisi dengan Partai Demokrat dan PPP mengajukan pasangan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono. Sebagai rivalnya adalah Pradi Supriatna-Afifah Alia yang diusung PDIP, Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PKB, dan PSI. Hasilnya, Mohammad Idris-Imam Budi meraih 55,5%, sementara Pradi-Afifah meraih 44,4%.

Baca juga: Quick Count Voxpol Center Pilkada Depok: Supian-Chandra Unggul 54 Persen, Imam-Ririn 46 Persen

Siap Berikan yang Terbaik

Sementara itu, Supian mengatakan, dirinya dan Chandra memang bukan yang terbaik, tapi siap memberikan yang terbaik buat kemajuan dan perubahan Kota Depok. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersama sama membangun Kota Depok.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!